Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bansos PKH BPNT Tahap 4 Ternyata Belum Ditutup, Ini 4 Alasan Saldo Masih Kosong dan Cara Cek ke Operator SIKS-NG Agar Cair

Khairunnisa RB • Sabtu, 10 Januari 2026 | 15:35 WIB
Laman DTSEN untuk pendaftaran bansos PKH BPNT.
Laman DTSEN untuk pendaftaran bansos PKH BPNT.

RADAR BOGOR - Masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) PKH BPNT hingga awal tahun 2026 masih dibuat harap-harap cemas.

Pasalnya, melansir YouTube Pendamping Sosial, bansos PKH BPNT tahap keempat tahun anggaran 2025 yang seharusnya cair pada periode Oktober, November, dan Desember 2025, hingga kini masih belum diterima oleh sebagian penerima.

Banyak laporan masuk dari masyarakat terkait belum cairnya bansos PKH BPNT.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar, sebenarnya apa penyebab bansos tahap 4 belum juga cair?

Pendamping sosial di lapangan menjelaskan bahwa hingga saat ini, penyaluran bansos tahap keempat belum ditutup secara resmi oleh pusat.

Hal ini ditandai dengan belum keluarnya data cut off tahap 4 dari Kementerian Sosial. Biasanya, jika data cut off sudah keluar, itu menjadi tanda bahwa penyaluran tahap tersebut segera ditutup.

Namun faktanya, sampai sekarang data tersebut belum diterbitkan.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya sistem pencairan dilakukan secara berurutan, tahap 1 harus selesai dulu, baru lanjut tahap 2, dan seterusnya maka sejak tahun 2025 sistem ini berubah.

Mulai tahap 2 tahun 2025, banyak KPM yang belum menerima tahap 2 tetapi sudah menerima tahap 3. Bahkan, ada yang menerima dobel bantuan sekaligus.

Hal ini membuat pola pencairan menjadi tidak berurutan seperti dulu.

Maka di tahun 2026 ini pun, tidak menutup kemungkinan pencairan tahap 1 berjalan bersamaan dengan penyelesaian tahap 4 tahun 2025.

Baca Juga: Selain PKH dan BPNT Tahap 1 Alokasi Januari-Maret, KPM Berpotensi Dapat 2 Bansos Ini Tahun 2026, Cek Status Bantuan Secara Berkala

Inilah 4 penyebab utama bansos tahap 4 belum cair dilansir dari kanal YouTube Pendamping Sosial.

1. Masih Dalam Proses, Belum Waktunya Cair

Banyak data KPM sebenarnya tidak bermasalah. Hanya saja masih dalam proses sistem dan menunggu jadwal pencairan berikutnya.

Biasanya pencairan tahap sebelumnya akan diselesaikan bersamaan dengan tahap berikutnya.

2. Sedang Proses Verifikasi Data

Sebagian KPM mengalami kendala karena adanya perbedaan data kependudukan antara Dukcapil, perbankan, DTSEN, dan data sosial lainnya. Proses sinkronisasi ini membutuhkan waktu sehingga menyebabkan keterlambatan pencairan.

3. Terjadi Kenaikan Desil Sosial Ekonomi

Data penerima bansos terus diperbarui setiap bulan. Jika hasil sinkronisasi menunjukkan bahwa penerima memiliki aset, kendaraan, tanah, tabungan, atau penghasilan meningkat, maka otomatis desil naik dan status kepesertaan bisa dicoret.

Desil ini tidak bersifat permanen, bisa naik atau turun tergantung hasil verifikasi terbaru.

4. Terdeteksi Pekerjaan Tidak Masuk Kriteria

Banyak kasus ditemukan di lapangan, khususnya keluarga yang anaknya diangkat menjadi ASN atau PPPK (P3K).

Karena masih satu Kartu Keluarga, maka orang tua otomatis terdeteksi sebagai keluarga ASN dan langsung gugur dari penerima bansos.

Padahal sebelumnya, orang tua tersebut benar-benar layak menerima bantuan.

Bagi masyarakat yang belum menerima bansos tahap 4, diwajibkan segera:

Datang ke kantor desa/kelurahan

1. Temui operator SIKSNG

2. Temui pendamping sosial

3 Atau datang langsung ke Dinas Sosial

Mintalah dicek langsung status data di DTSEN dan SNG. Apakah masih aktif, tertunda, atau sudah tereksklusi.

Bansos tahap 4 belum ditutup dan masih berpeluang cair.

Banyak keterlambatan disebabkan proses sistem, verifikasi data, kenaikan desil, atau perubahan status pekerjaan dalam keluarga.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bpnt #bansos #pkh