Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bansos PKH BPNT Tahap 4 Belum Cair? Jangan Panik, Ternyata Masih Ada Peluang di 2026, Cek Penyebab dan Solusi di Sini

Khairunnisa RB • Sabtu, 10 Januari 2026 | 15:43 WIB
Ilustrasi. Pembagian bansos PKH BPNT.
Ilustrasi. Pembagian bansos PKH BPNT.

RADAR BOGOR - Awal tahun 2026 seharusnya menjadi kabar bahagia bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang belum terima bansos PKH BPNT.

Namun hingga kini, masih banyak masyarakat yang mengeluhkan bansos PKH BPNT tahap keempat tahun 2025 belum juga masuk ke rekening.

Padahal sesuai jadwal, bansos tahap 4, PKH maupun BPNT, seharusnya cair pada periode Oktober, November, dan Desember 2025.

Lantas, kenapa sampai sekarang masih banyak yang belum menerima?

Ternyata, melansir YouTube Pendamping Sosial, penyaluran bansos tahap 4 belum resmi ditutup oleh pusat. Artinya, peluang cair masih sangat terbuka.

Jika dulu sistem pencairan dilakukan berurutan dari tahap 1 sampai tahap 4, kini sistemnya jauh berbeda.

Mulai tahun 2025:

• Tahap 2 belum selesai, tahap 3 sudah cair

• Tahap 3 berjalan bersamaan dengan penyelesaian tahap 2

• Banyak KPM menerima bantuan dobel sekaligus

Artinya, pencairan tidak lagi harus menunggu tahap sebelumnya selesai 100%.

Hal yang sama sangat mungkin terjadi di tahun 2026, di mana tahap 1 berjalan bersamaan dengan penyelesaian tahap 4 tahun 2025.

Dilansir dari kanal YouTube Pendamping Sosial, inilah penyebab utama kenapa bansos tahap 4 tertunda.

1. Masih Dalam Proses Sistem

Banyak data KPM sebenarnya aman dan tidak bermasalah, hanya menunggu giliran pencairan berikutnya. Biasanya pencairan dilakukan menyusul di tahap berikutnya.

2. Verifikasi Data Kependudukan

Ketidaksamaan data NIK, KK, rekening bank, dan data Dukcapil bisa menyebabkan sistem menahan pencairan sampai data benar-benar valid.

3. Naik Desil Akibat Sinkronisasi Data Nasional

Sekarang data KPM disinkronkan dengan:

• BPJS

• Perbankan

• Pajak

• Kepemilikan aset

• Kendaraan

• Sertifikat tanah

Jika terdeteksi memiliki aset atau penghasilan lebih tinggi, maka status desil naik dan otomatis tidak lagi masuk kategori miskin ekstrem.

Kasus yang banyak terjadi adalah anak dalam satu KK diangkat menjadi P3K. Karena masih satu KK, orang tua otomatis ikut terdeteksi ASN sehingga bansos terhenti.

Bagi keluarga yang anaknya berpotensi diangkat menjadi ASN atau PPPK, disarankan untuk:

• Memisahkan Kartu Keluarga sejak awal

• Pastikan orang tua tetap tercatat sebagai keluarga miskin layak bansos

• Update data melalui desa dan pendamping sosial

Mintalah dicek langsung apakah data masih aktif, tertunda, atau sudah tereksklusi

Bansos tahap 4 belum ditutup, masih berpeluang cair, dan banyak kasus hanya mengalami keterlambatan sistem.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bpnt #bansos #pkh