RADAR BOGOR - Penantian panjang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mulai terjawab.
Dilansir dari kanal YouTube Info Bansos, memasuki Januari 2026, pencairan BPNT susulan tahap 4 periode Oktober–Desember 2025 dilaporkan sudah berjalan di sejumlah daerah, ditandai dengan bukti penarikan tunai senilai Rp600.000.
Kabar ini mencuat setelah banyak KPM membagikan struk ATM dan agen bank di media sosial.
Bukti tersebut memperlihatkan transaksi dari berbagai bank penyalur seperti BNI, BRI, dan Mandiri, yang menandakan bahwa bantuan memang sudah mulai masuk ke rekening KKS penerima.
Baca Juga: Pemprov Jabar Alami Tekanan Fiskal, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Sebut karena Beban Utang Masa Lalu dan Dana Transfer Pusat ke Daerah Dipangkas
Transparansi penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui pembaruan aplikasi SIKS-NG semakin diperkuat.
Aplikasi ini dilengkapi fitur monitor penyaluran bansos yang memungkinkan pendamping sosial dan operator desa memantau status bantuan secara langsung.
Dengan sistem ini, KPM sebenarnya tidak perlu lagi sering mengecek ATM tanpa kepastian.
Cukup memastikan status bantuan melalui pendamping PKH atau operator desa yang memiliki akses ke sistem.
Kenali Tahapan Status BPNT
Dalam sistem SIKS-NG, status penyaluran BPNT memiliki beberapa tahapan penting. Status “Sudah SI” menjadi tanda paling ditunggu karena berarti bank telah menerima instruksi pencairan. Setelah itu, bantuan biasanya segera bisa ditarik.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan Beri Pendampingan Hukum bagi Pejabat Pajak yang Terjaring OTT KPK
Selain itu, terdapat status lain seperti:
• Proses verifikasi rekening, menandakan data masih disinkronkan
• Gagal verifikasi, yang membutuhkan pembaruan data
• Sudah salur, artinya dana sudah masuk
Tidak transaksi, yang berisiko membuat dana dikembalikan ke kas negara jika tidak segera ditarik
Memahami status ini sangat penting agar KPM tidak kehilangan hak bantuannya.
Pada 9 Januari 2026, laporan pencairan muncul hampir bersamaan dari berbagai daerah. Ada KPM yang menarik bantuan melalui ATM, ada pula yang mencairkan lewat agen bank di wilayah masing-masing.
Nominal yang ditarik pun seragam, yakni Rp600.000, sesuai alokasi BPNT tahap 4.
Pencairan disebut terjadi di beberapa wilayah Jawa Barat, Sumatera, dan Sulawesi, meski belum merata secara nasional.
Baca Juga: Kabar Terbaru Bansos 2026: Saldo KKS Masih Masuk di Januari, PKH dan BPNT Berlanjut Bersama Daftar Bansos yang Diprediksi Tetap Cair
KPM diimbau agar tetap bersabar jika bantuan belum cair. Proses penyaluran dilakukan bertahap, tergantung kesiapan data dan sistem bank penyalur. KPM disarankan untuk:
• Rutin mengecek status di cekbansos.go.id
• Berkoordinasi dengan pendamping PKH
• Memastikan KKS aktif dan data kependudukan valid
Di tengah maraknya informasi di media sosial, KPM juga diminta untuk tidak mudah percaya kabar yang belum terverifikasi.
Mulainya pencairan BPNT susulan tahap 4 menjadi angin segar bagi para keluarga penerima manfaat.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan pangan di awal tahun. Meski belum menyentuh semua wilayah, sinyal pencairan ini menjadi bukti bahwa proses penyaluran terus berjalan.
Bagi KPM yang belum menerima, harapan masih terbuka. Selama status terus bergerak, peluang pencairan tetap ada.