RADAR BOGOR - Januari 2026, pencairan bantuan sosial (bansos) masih didominasi penyelesaian alokasi tahun 2025, khususnya PKH dan BPNT Tahap 4 yang belum tuntas disalurkan hingga akhir tahun lalu.
Dana yang masuk di awal tahun ini bukan merupakan bantuan murni tahun anggaran 2026, melainkan pencairan susulan, rapelan, serta bantuan validasi bagi Keluarga Penerima Manfaat yang datanya masih diproses di sistem.
Kondisi ini menjelaskan mengapa sebagian penerima sudah menerima dana, sementara lainnya masih menunggu giliran pencairan.
1. Status pencairan bansos Januari 2026
Pencairan bansos yang berlangsung pada Januari 2026 masih berfokus pada penyelesaian alokasi tahun 2025.
Bantuan yang disalurkan mencakup PKH dan BPNT Tahap 4 yang belum sepenuhnya tuntas di akhir tahun lalu.
Meskipun tahun anggaran telah berganti, proses penyaluran tetap berjalan karena periode salur belum ditutup di sistem, sehingga bantuan lama masih dapat dicairkan hingga awal tahun ini.
2. Alasan bansos 2025 masih cair di tahun 2026
Proses penyaluran bansos tidak langsung berhenti saat pergantian tahun. Selama tidak ada penutupan periode salur, sistem masih memproses data lama.
Kondisi ini memungkinkan adanya pencairan susulan, rapelan, maupun bantuan validasi bagi KPM yang sebelumnya tertunda, termasuk mereka yang baru dinyatakan memenuhi kriteria.
3. Bukti pencairan yang terpantau terbaru
Baca Juga: Rakerda dan Pelantikan Pengurus Cabang IKADI Kabupaten Bogor Perkuat Konsolidasi Dakwah Daerah
Dilansir dari kanal Ariawanagus, dalam beberapa hari terakhir, terdapat laporan pencairan dengan nominal berbeda-beda. Pada 10 Januari terpantau dana sebesar Rp875.000 yang merupakan bantuan PKH dengan beberapa komponen gabungan.
Pada 8 Januari juga terjadi pencairan bantuan validasi, terutama untuk kategori lansia. Bahkan hingga 11 Januari, masih ada KPM yang melaporkan dana masuk, menandakan proses Tahap 4 belum sepenuhnya selesai.
4. Penjelasan bagi KPM yang belum menerima bansos
Bagi KPM yang hingga kini belum menerima bantuan Tahap 4 tahun 2025, kondisi tersebut tidak dapat langsung disimpulkan sebagai hangus.
Di sistem SIKS-NG belum terlihat perubahan periode ke tahun 2026, yang berarti data lama masih diproses.
Penyerapan anggaran dilakukan secara bertahap, termasuk melalui mekanisme PKH validasi dan bantuan komplementer untuk menggantikan kuota penerima lama yang sudah tidak aktif.
5. Anjuran pengecekan saldo bansos
KPM disarankan untuk tetap melakukan pengecekan saldo secara berkala, idealnya setiap satu hingga dua hari.
Pola pencairan tidak dilakukan serentak, sehingga dana bisa masuk secara bertahap sesuai hasil pemrosesan data masing-masing penerima.
6. Status bansos murni tahun anggaran 2026
Hingga pertengahan Januari 2026, bantuan murni tahun anggaran 2026 Tahap 1 belum diproses.
Di sistem belum terlihat aktivitas pengecekan maupun pemutakhiran data untuk alokasi baru, sehingga pencairan yang terjadi saat ini masih berkaitan dengan sisa penyaluran tahun sebelumnya.
Baca Juga: Awal Tahun 2026 Banyak Promo di Rivera Bogor, Cek Selengkapnya di Sini
7. Perkiraan jadwal pencairan bansos 2026
Berdasarkan pola penyaluran sebelumnya, titik terang pencairan bantuan tahun 2026 diperkirakan mulai terlihat pada akhir Januari atau Februari.
Pencairan awal kemungkinan terjadi pada pertengahan hingga akhir Februari, sementara penyaluran secara lebih luas diprediksi berlangsung pada bulan Maret 2026. Skema pencairan tetap menggunakan pola per tiga bulan sekali.
8. Bantuan lain yang berlanjut di tahun 2026
Selain PKH dan BPNT, beberapa program bantuan lain dikabarkan masih berlanjut di tahun 2026.
Di antaranya Program Indonesia Pintar untuk peserta didik, kepesertaan BPJS Kesehatan PBI JK, serta bantuan pangan berupa beras 10 kilogram yang tetap menjadi penopang kebutuhan dasar masyarakat.***
Editor : Asep Suhendar