RADAR BOGOR - Update bantuan sosial (bansos) KPM PKH BPNT memasuki awal tahun 2026 mulai banyak dicermati masyarakat, terutama terkait kepastian pencairan terdekat dan jenis bantuan apa saja yang masih berlanjut.
Informasi terbaru menunjukkan, bahwa penyaluran yang berlangsung pada pertengahan Januari ini belum sepenuhnya masuk alokasi tahun berjalan, melainkan masih berkaitan erat dengan penyelesaian bansos PKH BPNT dari tahun sebelumnya.
Fakta mengenai penyaluran bansos PKH BPNT susulan lebih dulu, melansir dari YouTube Ariawanagus. Berikut penjelasannya:
1. Pencairan bantuan mulai Senin 12 Januari masih bersifat susulan tahun sebelumnya
Dilansir dari kanal Ariawanagus, pencairan yang mulai dilakukan pada Senin tanggal 12 Januari difokuskan untuk menyelesaikan bantuan susulan dari tahun anggaran 2025.
Sasaran utamanya adalah Keluarga Penerima Manfaat yang hingga akhir tahun lalu belum menerima PKH maupun BPNT Tahap 4.
Dana yang masuk pada periode ini bukanlah alokasi baru tahun 2026, melainkan penyempurnaan penyaluran agar tidak ada hak penerima yang tertinggal.
Termasuk di dalamnya apabila terdapat BLT Kesra atau penebalan bantuan, maka itu juga merupakan sisa penyaluran tahun sebelumnya yang baru terealisasi di awal tahun ini.
2. Lima jenis bantuan yang dipastikan berlanjut sepanjang tahun 2026
Memasuki tahun 2026, terdapat lima program bantuan yang dipastikan tetap berjalan dan menyasar jutaan penerima di berbagai daerah.
PKH masih menjadi bantuan utama dengan sasaran sekitar 10 juta KPM, mencakup ibu hamil, anak usia dini, peserta didik SD hingga SMA, penyandang disabilitas, serta lansia.
Skema dan komponen penerima tidak mengalami perubahan signifikan sehingga penerima lama tetap berpeluang besar berlanjut selama memenuhi kriteria data.
BPNT juga tetap disalurkan dengan mekanisme yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni bantuan pangan non-tunai yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok melalui jaringan penyalur yang ditentukan.
Selain itu, PIP tetap hadir sebagai bantuan pendidikan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Penerima PIP diimbau segera mengaktifkan rekening sebelum akhir bulan agar proses pencairan tidak terhambat dan dana dapat diterima sesuai jadwal.
Bantuan Atensi atau rehabilitasi sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial juga berlanjut dengan total nilai Rp2,4 juta per tahun.
Bantuan ini disalurkan bertahap setiap tiga bulan dengan nominal Rp600.000 per tahap. Sementara itu, PBI JKN tetap diberikan dalam bentuk layanan kesehatan gratis melalui kepesertaan BPJS Kesehatan, sehingga penerima tidak perlu membayar iuran bulanan dan tetap memperoleh akses layanan kesehatan.
3. Klarifikasi bantuan yang tidak berlanjut di awal 2026
Sejumlah bantuan yang sebelumnya pernah disalurkan dipastikan tidak memiliki rencana pencairan di awal tahun 2026.
BLT Kesra serta bantuan mitigasi risiko pangan belum masuk dalam agenda penyaluran kecuali terjadi kondisi darurat tertentu yang membutuhkan stimulus tambahan.
Hal serupa juga berlaku untuk BLT BBM. Hingga kini tidak terdapat informasi resmi mengenai kelanjutan bantuan tersebut.
Bantuan ini pada dasarnya bersifat situasional dan biasanya hanya disalurkan ketika terjadi kenaikan harga BBM atau tekanan ekonomi besar.
Oleh karena itu, kabar yang menyebut BLT BBM cair dalam waktu dekat dinilai tidak valid dan berpotensi menyesatkan penerima.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga