RADAR BOGOR – Memasuki pertengahan Januari 2026, Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia memberikan kepastian hukum terkait keberlanjutan jaring pengaman sosial berupa bantuan sosial (bansos).
Pemerintah menetapkan lima program bansos yang menjadi prioritas penyaluran sepanjang tahun 2026.
Selain itu, terdapat pembaruan data desil yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai acuan kelayakan penerima manfaat bansos tahap pertama (Januari–Maret 2026).
Dikutip dari YouTube Naura Vlog, pemerintah tetap berkomitmen menjaga daya beli masyarakat melalui program-program bansos unggulan berikut.
1. Program Keluarga Harapan (PKH)
Menargetkan 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) secara nasional.
2. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Program Sembako
Disalurkan kepada 18,8 juta KPM di seluruh pelosok Indonesia.
3. Program Indonesia Pintar (PIP)
Meliputi jenjang SD hingga SMA/SMK.
Kabar menggembirakan pada tahun 2026 adalah adanya rencana penambahan komponen untuk anak usia TK/PAUD guna mendukung program wajib belajar.
4. Bantuan Atensi YAPI
Bantuan reguler yang dikhususkan bagi anak yatim, piatu, dan yatim piatu.
5. Bantuan Pangan Beras
Program nonreguler hasil kerja sama Kemensos, Badan Pangan Nasional, dan Perum Bulog ini dipastikan berlanjut untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
BPS telah melakukan pembaruan status desil untuk persiapan penyaluran triwulan pertama tahun 2026.
Memahami posisi desil sangat penting bagi KPM untuk memprediksi peluang mendapatkan bantuan.
• Desil 1 hingga 4: Kategori prioritas tinggi yang dianggap sangat layak menerima PKH, BPNT, dan PBI-JK (KIS Gratis).
• Desil 5: Kategori yang umumnya masih berpeluang mendapatkan BPNT serta PBI-JK.
Cara Cek Status DesilKPM dapat memantau perubahan data melalui dua jalur berikut.
• Aplikasi Cek Bansos: Dilakukan secara mandiri melalui smartphone.
• Petugas resmi: Melalui pendamping sosial, operator DTKS di desa/kelurahan, atau petugas Dinas Sosial setempat.
Bagi KPM yang masih menantikan pencairan BPNT tahap 4 alokasi akhir tahun 2025, berikut hasil pantauan terkini pada Senin, 12 Januari 2026.
Berdasarkan pengecekan melalui mobile banking pada tiga bank penyalur utama, yakni BRI, BNI, dan Mandiri, belum terpantau adanya pencairan secara masif atau merata.
Meskipun terdapat laporan satu atau dua transaksi (stroke) di media sosial, hal tersebut belum menunjukkan dimulainya penyaluran dalam skala nasional.
KPM diharapkan tetap bersabar dan terus memantau status pencairan melalui aplikasi secara berkala.
Munculnya pergerakan data desil di awal tahun ini menjadi sinyal kuat bahwa proses administrasi untuk penyaluran bantuan susulan maupun bansos tahap baru sedang berjalan.***
Editor : Eli Kustiyawati