RADAR BOGOR - Informasi terbaru menyebutkan, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) harus segera mengecek desil terkait pencairan bansos 2026.
Hal ini karena mulai Senin (12/1/2025) sudah ada pembaharuan data untuk pergerakan desil penyaluran bantuan tahap pertama alokasi Januari Februari dan Maret 2025.
Bantuan yang dimaksud adalah bansos Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai (PKH BPNT).
KPM pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Lama atau Baru harus melakukan cek desil agar mengetahui apakah penerima manfaat termasuk dalam kategori layak atau tidak.
Jangan sampai KPM tidak mengetahui desil, sampai proses pencairan bansos PKH atau BBNT sudah memasuki masa penyaluran.
Desil yang masih dianggap layak menerima bansos dari pemerintah adalah desil 1 sampai desil 4, yang berhak atas bantuan PKH BBNT dan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBIJK).
Kemudian, desil kelima berhak mendapatkan BPNT dan PBIJK atau Kartu Indonesia Sehat Jaminan Kesehatan (KIS JKN).
Sejumlah cara bisa dilakukan untuk mengecek desil KPM. Pertama, bisa mengecek melalui aplikasi cek bansos.
Kemudian, bisa juga mengecek atau meminta bantuan langsung pendamping sosial, operator Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) atau petugas dinas sosial.
Pengecekan desil penting dilakukan karena akan ada pencairan 5 bansos yang dipastikan akan dilakukan pemerintah di tahun 2026.
Kelima bansos tersebut adalah PKH BPNT, Program Indonesia Pintar (PIP), Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), dan Atensi Yapi.
Namun, KPM perlu memahami pencairan bansos dilakukan
Sementara itu, ada update mengenai pencairan BPNT tahap keempat susulan pada Senin (12/1/2026).
Berdasarkan pemantauan melalui mobile banking di ketiga bank penyalur (Bank Mandiri, BRI, dan BNI) hingga 12 Januari 2026 malam, masih belum ada proses pencairan BPNT susulan.
Jika beberapa hari lalu sejak 5 Januari 2026, ada satu atau dua bukti pencairan, kini belum ada lagi proses pencairan.
Editor : Siti Dewi Yanti