RADAR BOGOR – Pembaruan pencairan bantuan sosial (bansos) per pertengahan Januari 2026 menunjukkan perkembangan signifikan, terutama setelah muncul laporan saldo masuk ke KKS dan rekening SimPel.
Informasi terbaru ini menegaskan bahwa tidak semua saldo yang masuk berkaitan dengan bantuan reguler seperti PKH atau BPNT, melainkan terdapat jenis bantuan lain yang sedang dicairkan secara bertahap.
Berikut rincian lengkapnya, termasuk informasi terbaru terkait BPNT susulan yang dinantikan KPM.
Pencairan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk KPM Baru
Dikutip dari kanal Cek Bansos, saldo yang mulai terpantau masuk ke KKS maupun rekening SimPel pada Januari 2026 dipastikan berasal dari bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar (PIP).
Bantuan ini secara khusus menyasar KPM baru yang telah melakukan aktivasi rekening pada November dan Desember 2025.
Nominal bantuan yang diterima menyesuaikan jenjang pendidikan peserta didik, mulai dari Rp450.000 untuk siswa SD hingga Rp1.800.000 bagi siswa SMA.
Sejumlah penerima melaporkan bahwa dana tersebut sudah masuk secara bertahap, menandakan proses penyaluran tengah berjalan.
Bagi keluarga yang belum melakukan aktivasi rekening, perlu diperhatikan bahwa batas akhir aktivasi ditetapkan hingga 31 Januari 2026.
Dengan demikian, kesempatan untuk menerima bantuan ini masih terbuka selama persyaratan dipenuhi tepat waktu.
Perpanjangan Penyaluran Bantuan Beras dan Minyak Goreng
Selain bantuan pendidikan, terdapat pula perpanjangan penyaluran bantuan pangan berupa beras SPHP dan minyak goreng sebanyak empat liter.
Bantuan ini merupakan lanjutan dari alokasi tahun 2025 yang belum sepenuhnya tersalurkan kepada seluruh KPM.
Penyaluran diperpanjang hingga 31 Januari 2026 untuk memastikan keluarga penerima yang sempat tertunda tetap memperoleh haknya.
Di sejumlah daerah, bantuan tersebut baru dapat diambil pada pertengahan Januari 2026, menunjukkan bahwa proses distribusi masih berlangsung di lapangan.
Kondisi ini menjadi kabar penting bagi KPM yang sebelumnya belum menerima bantuan beras dan minyak goreng agar segera melakukan pengecekan dan pengambilan sebelum batas waktu berakhir.
Update BPNT Tahap 4 Susulan Masih Dinantikan
Sementara itu, untuk Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap 4 susulan, hingga 14 Januari 2026 belum terpantau adanya saldo masuk pada KKS terbitan lama, baik keluaran tahun 2020, 2021, maupun 2022.
Pengecekan melalui layanan mobile banking menunjukkan saldo masih kosong. Dari sisi data, status KPM di sistem SIKS-NG juga belum seragam.
Sebagian masih berada pada tahap “Berhasil Cek Rekening”, sementara sebagian lainnya sudah berstatus “SI” atau Standing Instruction, namun belum diikuti dengan pencairan dana.
Hingga saat ini, pendamping sosial masih menunggu kepastian lanjutan mengenai realisasi pencairan BPNT susulan tersebut.***
Editor : Eli Kustiyawati