Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Update Bansos 15 Januari: Pencairan PIP KPM Baru, Perpanjangan Stok Beras SPHP hingga Status BPNT Susulan

Mutia Tresna Syabania • Kamis, 15 Januari 2026 | 14:18 WIB
Ilustrasi penyaluran bansos beras 10 Kg
Ilustrasi penyaluran bansos beras 10 Kg

RADAR BOGOR - Memasuki pertengahan Januari 2026, pemerintah terus melakukan percepatan penyaluran bansos guna menuntaskan agenda alokasi tahun lalu sekaligus memulai program tahun anggaran baru. 

Dikutip dari Youtube Cek Bansos, berdasarkan laporan terkini, terdapat tiga poin utama yang perlu diperhatikan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos.

1. Penyaluran PIP bagi KPM Baru Jenjang SD hingga SMA

Kabar menggembirakan datang dari sektor pendidikan. Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dilaporkan mulai masuk ke rekening SimPel (Simpanan Pelajar) para KPM secara bertahap.

Target Sasaran: Khusus bagi siswa jenjang SD, SMP, dan SMA yang baru masuk dalam daftar penerima pada akhir tahun 2025.

Nominal Bantuan: Dana yang cair bervariasi sesuai jenjang pendidikan, mulai dari Rp450.000 (SD) hingga Rp1.800.000 (SMA).

Penting untuk Aktivasi: Bagi KPM yang telah menerima surat keputusan (SK) tapi belum melakukan aktivasi rekening, diharapkan segera menyelesaikannya sebelum batas akhir pada 31 Januari 2026.

2. Perpanjangan Distribusi Beras SPHP dan Minyak Goreng

Badan Pangan Nasional (Bapanas) secara resmi memberikan relokasi waktu bagi penyaluran bantuan pangan berupa beras SPHP dan minyak goreng 4 liter.

Alasan Perpanjangan: Program ini merupakan lanjutan dari alokasi Desember 2025 yang belum sempat tersalurkan secara tuntas di beberapa titik wilayah.

Batas Waktu Baru: Proses pendistribusian diperpanjang hingga 31 Januari 2026.

Baca Juga: Jangan Kaget, Kategori KPM Ini Bakal Dicoret Permanen dari Daftar Bansos, Simak Aturan Terbaru 2026

Laporan Lapangan: Di beberapa daerah seperti Kabupaten Aceh Selatan, KPM terpantau sudah mulai menerima undangan untuk pengambilan stok beras dan minyak yang sempat tertunda tersebut pada pekan ini.

3. Status Pencairan BPNT Tahap 4 Susulan

Terkait pertanyaan besar mengenai BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) Tahap 4 susulan alokasi 2025, berikut adalah kondisi riil per hari ini:

Hasil Cek Saldo: Pengecekan pada kartu KKS lama (terbitan tahun 2020-2022) melalui mobile banking menunjukkan, belum ada saldo masuk secara massal untuk komponen BPNT susulan.

Kondisi di SIKS-NG: Data di sistem menunjukkan status yang beragam; ada KPM yang sudah mencapai status Standing Instruction (SI), namun saldo belum berpindah ke rekening.

Kepastian dari Kemensos: Para pendamping sosial masih menunggu instruksi resmi dari Kementerian Sosial, mengenai apakah sisa anggaran Tahap 4 2025 akan tetap dilepaskan di bulan Januari ini atau mengalami mekanisme lain.

Meskipun beberapa bantuan sudah mulai terlihat pergerakannya, KPM dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru melakukan pengecekan di mesin ATM guna menghindari penumpukan.

Langkah yang disarankan:

• Gunakan aplikasi perbankan digital (mobile banking) untuk memantau saldo secara berkala.

• Pastikan status kelayakan Anda di sistem tetap aman (masuk dalam desil kemiskinan yang relevan).

Jika status di SIKS-NG sudah "SI", maka tinggal menunggu proses pemindahan dana dari bank penyalur ke kartu KKS masing-masing.

Tetaplah memantau informasi resmi dari pendamping sosial setempat, agar mendapatkan data bansos yang akurat dan terhindar dari informasi yang menyesatkan.***

Editor : Asep Suhendar
#bpnt #pip #bansos #beras