RADAR BOGOR - Ada perkembangan terbaru terkait persiapan pencairan bantuan reguler Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai (PKH BPNT) tahap 1 tahun 2026 alokasi Januari hingga Maret.
Peringatan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masih berharap terhadap pencairan bsnsos susulan tahun 2025 kemarin di bulan ini.
Sebaiknya berhenti berharap karena pencairan bansos susulan tahun 2025 sudah ditutup, namun ada harapan penyaluran bantuan tahap 1 tahun 2026.
Ada sejumlah KPM yang sudah menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Baru di tahun 2025, tetapi belum terisi saldo bansos sama sekali.
Berdasarkan pengecekan di Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS NG), keterangan KPM adalah exclude KKS tidak distribusi.
Artinya, KPM dengan status seperti itu, belum termasuk penerima aktif bansos.
Berdasarkan laporan penerima manfaat, beberapa KPM sudah melapor ke call center Kementerian Sosial (Kemensos).
Kemensos mengatakan, hal tersebut bisa terjadi walaupun status sudah berhasil cek rekening, Surat Perintah Membayar (SPM), atau Standing Instruction (SI), namun bantuan belum masuk di KKS.
Hal ini terjadi karena ada keterlambatan laporan dari pihak bank ke Kemensos, yang menyebabkan bantuan tidak bisa masuk ke kartu KKS.
Walau begitu, masih ada harapan bansos tetap cair bagi KPM yang tidak menerima pencairan 2025, akan menerima penyaluran bantuan tahun 2026 jika status berubah di SIKS NG.
Oleh karenanya, KPM harus menunggu perkembangan terbaru di SIKS NG, terutama penerima manfaat yang sudah berstatus SI tapi belum menerima saldo bantuan.
KPM dengan status SI harus banyak berdoa agar bisa menerima pencairan bansos tahap 1 tahun 2026 dengan syarat tidak memiliki keterangan exclude.
Bagi KPM yang mendapat keterangan exclude KKS tidak didistribusi, padahal menerima KKS sebaiknya segera melaporkan agar data bisa diperbaharui.
Editor : Siti Dewi Yanti