RADAR BOGOR - Bantuan sosial (bansos) tambahan yang baru pada Januari 2026 ialah Program Indonesia Pintar (PIP) Murid TK dan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lansia dan penyandang disabilitas.
Dilansir dari kanal Youtube Pendamping Sosial, berikut penjelasan terkait bansos PIP dan MBG untuk komponen baru di tahun 2026.
Program Indonesia Pintar (PIP) untuk Anak TK
Bansos PIP ialah bansos di bidang pendidikan. Targetnya ialah siswa dari keluarga kurang mampu yang berada dalam Desil 1-4 pada Data Tunggal Sistem Ekonomi Nasional (DTSEN). PIP merupakan bansos dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Nominal bansos tersebut per tahun ialah sebagai berikut:
Murid TK Rp450 ribu.
Murid SD kelas 1-5 Rp450 ribu.
Murid SD kelas 6 Rp225 ribu.
Murid SMP kelas 7-8 Rp750 ribu.
Murid SMP kelas 9 Rp375 ribu.
Murid SMA kelas 10-11 Rp1,8 juta.
Murid SMA kelas 12 Rp900 ribu.
Jika saldo PIP belum cair, maka cek status kepesertaan PIP di link pip.kemendikdasmen.go.id/home_v1/cek_nisn. Revisi data yang tak sesuai bisa dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos melalui fitur Usul/Sanggah atau Perbarui Data DTSEN.
Mulai tahun 2026, PIP Murid TK diadakan. Bansos tersebut bermanfaat untuk kebutuhan studi ataupun biaya transportasi saat pergi dan pulang sekolah.
Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk Lansia hingga Ibu Hamil
MBG merupakan program yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, yaitu mencapai Indonesia yang maju, adil, makmur, dan kompetitif.
Hadirnya MBG diharapkan bisa menciptakan generasi penerus bangsa yang sehat jasmani dan rohani. Program prioritas nasional tersebut (2025-2029) mulai diimplementasikan sejak awal tahun 2025. Kini MBG kembali diadakan secara serentak sejak 8 Januari 2026.
MBG yang dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), diharapkan dapat menggerakkan perekonomian daerah.
Baca Juga: Pesawat ATR 400 Rute Yogyakarta-Makassar Hilang Kontak di Maros Sulawesi Selatan
MBG yang berbasis kearifan lokal (menggunakan pangan lokal), meningkatkan kesejahteraan petani, pedagang lokal, dan warga sekitar (petugas SPPG).
Awalnya, MBG disalurkan untuk siswa (TK, SD, SMP, dan SMA), ibu hamil, dan balita. MBG bagi ibu hamil dan balita untuk mencegah stunting. MBG juga disalurkan pada pesantren.
Pada tahun 2026 MBG akan disalurkan juga pada lansia dan penyandang disabilitas. Hal tersebut merupakan implementasi MBG yang inklusif (menjangkau seluruh lapisan masyarakat).***
Editor : Asep Suhendar