RADAR BOGOR - Pemerintah memastikan bahwa penyaluran bansos pada periode awal tahun 2026 akan kembali dilakukan, dengan nilai bantuan yang bisa mencapai Rp3,5 juta bahkan hampir Rp5 juta bagi KPM tertentu.
Besarnya bansos awal tahun ini bukan tanpa alasan. Pemerintah mengombinasikan sejumlah program sosial yang menyasar keluarga miskin dan rentan atau KPM, dengan skema penyaluran yang lebih terukur dan berbasis data.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, penyaluran bansos awal tahun 2026 dilakukan dengan sistem penyaringan data KPM yang lebih ketat.
Pemerintah mengandalkan pembaruan data dari BPS dan Kementerian Sosial untuk menentukan siapa saja yang layak masuk sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Dilansir dari kanal YouTube Dunsanak Mreal, hanya keluarga yang berada dalam desil 1 sampai desil 4, dan sebagian kecil desil 5, yang diprioritaskan menerima bantuan.
Sementara masyarakat pada desil 6 hingga 10 dipastikan tidak masuk dalam daftar penerima.
PKH Tetap Jadi Tulang Punggung Bansos
Baca Juga: KPM Bansos PKH BPNT Tahap 4 yang Belum Cair Bisa Menerima Bantuan Tahap 1 2026? Begini Jawabannya
Program Keluarga Harapan (PKH) masih menjadi andalan pemerintah dalam perlindungan sosial. Program ini mencakup bantuan untuk sektor kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.
Dalam satu keluarga, semakin banyak komponen yang memenuhi syarat, maka semakin besar bantuan yang diterima.
Ibu hamil dan anak balita, misalnya, masing-masing mendapatkan Rp750.000 per tahap. Anak sekolah hingga SMA memperoleh bantuan berbeda sesuai jenjangnya.
Sementara itu, lansia dan penyandang disabilitas juga mendapatkan perhatian khusus dengan bantuan Rp600.000 per tahap.
Simulasi Bantuan: Dari Rp2 Juta hingga Rp3,5 Juta
Jika sebuah keluarga memiliki dua komponen kesehatan (ibu hamil dan balita), satu anak SMA, serta satu lansia, maka total bantuan PKH bisa mencapai Rp2,6 juta.
Jumlah tersebut akan bertambah jika keluarga juga menerima BPNT sebesar Rp600.000, sehingga totalnya menjadi Rp3,2 juta hanya dari dua program.
PIP dan Program Tambahan Jadi Penentu Nilai Akhir
Pada tahun 2026, pemerintah juga memperluas cakupan Program Indonesia Pintar (PIP), termasuk untuk anak usia TK.
Bantuan ini menjadi faktor tambahan yang membuat total bansos melonjak signifikan. Siswa TK bisa menerima sekitar Rp450.000, sedangkan siswa SMA dapat memperoleh hingga Rp1,8 juta per tahun.
Jika digabung dengan PKH dan BPNT, nilai bantuan yang diterima satu keluarga bisa mendekati Rp5 juta.
Masih Ada Potensi Bantuan Tambahan Lain
Selain program utama, pemerintah membuka peluang adanya bantuan tambahan seperti bantuan beras, subsidi listrik, hingga program penebalan bansos sebagaimana yang pernah dilakukan pada tahun 2025.
Namun demikian, seluruh bantuan ini hanya diberikan kepada keluarga yang dinyatakan benar-benar layak.
Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri berharap jika tidak memenuhi kriteria, demi menjaga keadilan sosial.
Validasi Terus Berjalan, Penerima Lama Bisa Diganti
Tahun 2026 juga menjadi momentum peremajaan data penerima bansos.
Banyak KPM lama yang telah sejahtera akan digraduasi, dan posisinya digantikan oleh keluarga baru hasil validasi lapangan.
Pemerintah berharap program bansos benar-benar menjadi jaring pengaman sosial yang efektif dan tepat sasaran, bukan sekadar rutinitas tahunan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga