RADAR BOGOR - Isu pencairan saldo bansos berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kembali ramai diperbincangkan pada Januari 2026.
Sejumlah unggahan tangkapan layar struk cek saldo dari mesin ATM bank penyalur bansos beredar luas di media sosial, menunjukkan saldo dalam nominal kecil, seperti Rp6.010 atau Rp10.000.
Hal ini memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat, apakah saldo tersebut merupakan pencairan Program Sembako tahap 1 tahun 2026 atau hanya sisa dari periode sebelumnya?
Untuk meluruskan informasi yang beredar, penting dipahami terlebih dahulu bahwa istilah BPNT kini telah resmi berubah menjadi Program Sembako.
Dilansir dari YouTube Info Bansos, program ini dikelola oleh Kementerian Sosial dan bertujuan membantu keluarga penerima manfaat (KPM) dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok.
Perbedaan BPNT dan Program Sembako
Pada awalnya, BPNT disalurkan dalam bentuk saldo non-tunai yang hanya bisa dibelanjakan bahan pangan di e-warong.
Namun, saat ini mekanisme penyaluran Program Sembako dilakukan dalam bentuk saldo tunai yang masuk ke rekening penerima dan dapat ditarik melalui ATM bank penyalur.
Program Sembako digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi, meliputi:
- Sumber karbohidrat seperti beras, jagung, sagu, dan umbi-umbian
- Protein nabati seperti kacang-kacangan
- Protein hewani seperti daging, ayam, dan ikan
- Sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral
Nominal bantuan Program Sembako ditetapkan sebesar Rp200.000 per bulan.
Baca Juga: Ini Cara Mudah Mengetahui Desil Keluarga di Aplikasi Cek Bansos, Simak Langkah-langkahnya
Total Bantuan Program Sembako Tahap 1 Tahun 2026
Untuk tahap 1 tahun 2026 yang mencakup periode Januari hingga Maret, total bantuan yang diterima KPM adalah Rp600.000.
Penyaluran dilakukan secara bertahap melalui bank Himbara, yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BSI.
Dengan demikian, saldo yang masuk seharusnya berada di kisaran ratusan ribu rupiah, bukan nominal kecil.
Fakta Saldo Rp6 Ribuan yang Ramai Beredar
Tangkapan layar saldo dengan nominal sangat kecil dipastikan bukan pencairan Program Sembako tahap 1 tahun 2026. Nominal tersebut juga bukan rapel bantuan tahap baru.
Saldo kecil seperti Rp6.010 atau Rp10.000 diyakini merupakan:
- Sisa saldo transaksi dari periode bantuan tahun 2025
- Rapelan kecil yang tertinggal di rekening penerima
Nominal tersebut tidak sesuai dengan standar bantuan tahap baru yang telah ditetapkan pemerintah.
Status Pencairan Program Sembako Januari 2026
Saat ini, Program Sembako tahap 1 tahun 2026 masih berada dalam proses verifikasi dan validasi data penerima.
Proses ini dilakukan menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN) untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak salah alamat.
Baca Juga: Mohon Maaf, Saldo Bansos PIP Bisa Hangus jika KPM Tidak Melakukan Ini hingga 31 Januari 2026
Proses verifikasi umumnya berlangsung hingga akhir triwulan pertama. Apabila saldo Rp600.000 atau minimal Rp400.000 (untuk dua bulan) belum masuk, maka dapat dipastikan pencairan tahap baru masih belum dilakukan.
Cara Cek Status Penerima Program Sembako
Untuk menghindari informasi keliru, masyarakat disarankan melakukan pengecekan secara mandiri melalui jalur resmi:
- Akses situs cekbansos.go.id atau aplikasi Cek Bansos
- Masukkan NIK dan nama sesuai KTP
- Periksa status kepesertaan dan periode penyaluran bantuan
Jika periode bantuan masih tercatat tahun 2025 atau belum muncul keterangan penyaluran Januari 2026, artinya bantuan masih dalam proses.
Bantuan Sosial Lain yang Cair hingga Akhir Januari 2026
Sambil menunggu pencairan Program Sembako tahap 1, terdapat beberapa bantuan sosial lain yang masih aktif hingga akhir Januari 2026, antara lain:
1. PBI JKN (BPJS Kesehatan Gratis)
Bantuan ini membantu pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi keluarga kurang mampu sehingga tetap mendapatkan layanan kesehatan.
2. Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Program MBG menyasar kelompok rentan dengan fokus utama pada pemenuhan gizi dan pencegahan stunting. Sasaran program meliputi:
- Peserta didik PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, serta santri
- Ibu hamil dan ibu menyusui
- Balita di wilayah prioritas stunting
- Lansia terlantar usia di atas 75 tahun (tahap awal sekitar 100.000 orang)
- Penyandang disabilitas dengan pendampingan khusus
Baca Juga: Kapan Bansos Tahap 1 Tahun 2026 Cair? Ini Perkiraan Jadwal PKH, BPNT, dan PIP Terbaru
Pada tahun 2026, total sasaran program MBG mencapai puluhan juta penerima.
3. PIP Susulan Tahun 2025
Program Indonesia Pintar (PIP) susulan dari termin 3 tahun 2025 masih disalurkan pada awal 2026.
Nominal bantuan berkisar antara Rp450.000 hingga Rp1,8 juta, tergantung jenjang pendidikan.
Saldo kecil yang ramai beredar di media sosial bukan merupakan pencairan Program Sembako tahap 1 tahun 2026.
Bantuan tahap 1 dengan total Rp600.000 masih dalam proses verifikasi data dan belum disalurkan secara resmi.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpancing oleh unggahan tangkapan layar saldo yang tidak sesuai ketentuan.
Pastikan selalu mengecek informasi melalui kanal resmi dan memanfaatkan bansos lain yang telah tersedia sambil menunggu pencairan Program Sembako tahap 1 tahun 2026.***
Editor : Eli Kustiyawati