RADAR BOGOR – Media sosial kembali diramaikan oleh unggahan tangkapan layar struk cek saldo bantuan pangan pada pertengahan Januari 2026.
Sejumlah warganet mengklaim telah menerima pencairan bantuan sosial (bansos) BPNT tahap 1 tahun 2026, bahkan menyebutnya sebagai bantuan susulan yang mulai cair lebih cepat dari jadwal, benarkah demikian?
Berdasarkan informasi dan penjelasan dari berbagai sumber bantuan sosial (bansos), saldo kecil yang muncul di rekening Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bukanlah pencairan BPNT tahap 1 tahun 2026, melainkan sisa saldo atau rapelan kecil dari penyaluran tahap akhir tahun 2025.
Perlu dipahami bahwa istilah BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) kini sudah tidak lagi digunakan secara resmi.
Program tersebut telah berganti nama menjadi Program Sembako, seiring dengan perubahan mekanisme penyaluran bantuan.
Jika sebelumnya bantuan disalurkan dalam bentuk saldo non-tunai yang hanya dapat ditukar bahan pangan di e-warong, kini bantuan disalurkan dalam bentuk saldo tunai melalui bank Himbara seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BSI.
Saldo tersebut dapat ditarik langsung oleh penerima untuk membeli kebutuhan pangan pokok.
Program Sembako ditujukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat kurang mampu, mulai dari sumber karbohidrat (beras, jagung, sagu), protein nabati dan hewani, hingga sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral.
Dilansir dari kanal YouTube Info Bansos, untuk tahun 2026, Program Sembako tahap 1 mencakup periode Januari hingga Maret dengan nominal Rp200.000 per bulan, sehingga total bantuan yang seharusnya diterima KPM adalah Rp600.000.
Karena itu, munculnya saldo dengan nominal sangat kecil, seperti Rp6.010 atau Rp10.000-an, dipastikan bukan pencairan tahap 1.
Nominal tersebut tidak sesuai dengan standar bantuan yang telah ditetapkan Kementerian Sosial.
Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kini digunakan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Proses ini membutuhkan waktu dan biasanya berlangsung hingga akhir triwulan pertama. Selama proses tersebut, saldo bantuan belum akan masuk ke rekening penerima secara penuh.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada unggahan struk saldo yang beredar luas, karena banyak di antaranya merupakan sisa transaksi lama yang kembali diviralkan.
Untuk memastikan status bantuan, KPM disarankan melakukan pengecekan melalui jalur resmi, yakni:
• Situs cekbansos.kemensos.go.id
• Aplikasi Cek Bansos resmi Kementerian Sosial
• Jika periode bantuan masih tercatat tahun 2025 atau belum muncul periode Januari–Maret 2026, artinya bantuan masih dalam proses.
Deretan Bansos yang Cair hingga Akhir Januari 2026
Sambil menunggu pencairan Program Sembako tahap 1, pemerintah masih menyalurkan sejumlah bantuan sosial lain, di antaranya:
• PBI JKN, bantuan iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat tidak mampu.
• Program Makan Bergizi (MBG), dengan sasaran utama anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
• PIP Susulan Termin 3 Tahun 2025, dengan nominal Rp450.000 hingga Rp1,8 juta tergantung jenjang pendidikan, yang banyak cair pada awal 2026.