RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT tahap 1 tahun 2026 akan segera bergulir.
Namun muncul persoalan yang membuat banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) resah lantaran saldo di Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) masih kosong.
Tak sedikit KPM yang mengaku saldo masih nol selama Januari, bahkan ada yang belum menerima pencairan tahap sebelumnya.
Kondisi ini memicu beragam spekulasi, mulai dari dugaan dana hilang, data dihapus, hingga kekhawatiran dicoret sebagai penerima bantuan.
Jika sistem mendeteksi adanya saldo mengendap yang tidak wajar atau transaksi yang dianggap tidak sesuai dengan profil keluarga miskin atau rentan miskin, maka secara otomatis akan muncul status “hold” atau penahanan sementara.
Inilah alasan utama mengapa jadwal pencairan sudah diumumkan, tetapi saldo belum masuk ke rekening KKS.
Selama proses verifikasi Januari ini berlangsung, KPM diimbau untuk lebih berhati-hati dalam aktivitas keuangan.
Transaksi besar, pembelian barang mewah, atau pergerakan saldo yang mencolok berpotensi memicu tanda peringatan di sistem pusat.
Tujuannya bukan untuk mempersulit, melainkan memastikan bahwa bantuan sosial tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak.
Selain kendala teknis, muncul pula tekanan sosial di tengah masyarakat. Di berbagai grup media sosial, beredar unggahan bukti saldo palsu yang sengaja memancing reaksi KPM lain.