Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Viral, Struk Bukti Pencairan Bansos Tahap 1 atau Susulan Beredar di Media Sosial, KPM Jangan Sampai Terkecoh

Siti Dewi Yanti • Selasa, 20 Januari 2026 | 05:34 WIB
Struk pencairan bansos yang viral di media sosial
Struk pencairan bansos yang viral di media sosial

RADAR BOGOR - Saat ini ramai sekali struk hasil cek saldo bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di media sosial, salah satunya struk dari agen Mandiri pada 19 Januari 2026.

Banyak yang mengatakan, struk ini merupakan bukti pencairan bansos tahap 1 tahun 2026.

Setelah melakukan pengecekan fakta dan pola resmi, struk seperti ini dipastikan bukan pencairan bansos BPNT tahap 1 atau susulan dari tahap sebelumnya atau sisa saldo lama.

Hal ini dikarenakan nominal pada struk tidak sesuai. BPNT tahap 1 seharusnya bernilai Rp600.000 atau Rp200.000 per bulan dikali 3 bulan.

Jumlah ini merupakan standar dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan pencairannya pun dilakukan secara bertahap melalui Bank Himbara seperti Mandiri, BRI, BNI atau BSI.

Sesuai dengan struk yang ditampilkan, nilai saldo adalah Rp6.010, sangat kecil dibandingkan dengan jumlah saldo bantuan yang disalurkan senilai Rp600.000.

Saldo Rp6.010 ini diyakini berasal dari sisa transaksi atau rapelan kecil dari tahap akhir 2025, bukan tahap baru.

Pencairan bansos BPNT tahap 1 tahun 2026 sudah mulai bertahap dilakukan, karena verifikasi data calon penerima sudah dimulai.

Verifikasi ini bersamaan dengan bansos lain yang bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Proses verifikasi dilakukan untuk memastikan data penerima valid dan tepat sasaran, agar bantuan tidak salah alamat.

Oleh karenanya, jika saldo belum masuk Rp600.000 atau setidaknya Rp400.000 R000 untuk rapel 2 bulan berarti pencairan tahap 1 belum dimulai.

Keluarga Penerima Manfaat (KPM) jangan terpancing dengan struk serupa yang sengaja diposting berulang setiap hari di media sosial.

Banyak yang memanfaatkan isu ini untuk menarik perhatian atau bahkan menyebarkan informasi tidak akurat.

KPM bisa verifikasi sendiri melalui cara resmi dengan membuka situs cekbansos.go.id atau aplikasi cek bansos. Masukkan NIK dan nama, kemudian cek status kepesertaan dan periode salur.

Editor : Siti Dewi Yanti
#pencairan bansos susulan #pencairan bansos BPNT #bukti pencairan bansos #pencairan bansos tahap 1 2026 #bansos #viral