RADAR BOGOR – Pemerintah memulai implementasi besar-besaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia pada Januari 2026 dengan target ambisius mencapai 82,9 juta penerima manfaat.
Di saat yang sama, Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tengah mempercepat penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) susulan hingga Rp1,8 juta bagi siswa yang belum mencairkan bantuan termin akhir tahun lalu.
Program MBG kini menjadi pilar utama bantuan sosial (bansos) 2026 untuk mengintervensi gizi masyarakat sejak dini, mulai dari janin hingga kelompok lansia terlantar.
Simak rincian sasaran dan daftar bantuan yang mulai didistribusikan hingga 31 Januari mendatang.
Revolusi Gizi 2026: Daftar Prioritas Program MBG
Dilansir dari kanal YouTube INFO BANSOS, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun 2026 menandai perluasan jangkauan intervensi gizi yang tidak lagi terbatas pada anak sekolah saja.
Berikut kelompok sasaran utamanya:
• Pelajar dan Santri (Target Terbesar): Siswa jenjang PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK, termasuk santri di pondok pesantren, mendapatkan jatah makan siang bergizi di sekolah untuk mendukung konsentrasi belajar.
• Ibu Hamil dan Menyusui: Intervensi gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan guna menekan angka stunting nasional secara signifikan.
• Balita (Bawah Lima Tahun): Distribusi MPASI berkualitas tinggi melalui jaringan posyandu di wilayah prioritas.
• Lansia 75 Tahun ke Atas dan Disabilitas: Target perluasan 100.000 lansia tunggal dan 36.000 penyandang disabilitas yang akan didampingi oleh caregiver untuk pemenuhan nutrisi harian.
PIP Susulan Cair Hingga Rp1,8 Juta Sebelum Akhir Januari
Kabar baik bagi wali murid, bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) termin 3 tahun 2025 yang sempat tertunda kini mulai cair sebagai dana susulan di awal tahun 2026.
• Nominal Bantuan: Besarannya bervariasi, mulai dari Rp450.000 hingga Rp1.800.000, tergantung pada jenjang pendidikan siswa yang bersangkutan.
• Penyelesaian Akhir: Penyaluran ini merupakan komitmen pemerintah untuk menuntaskan tunggakan kuota bantuan tahun lalu agar tepat sasaran di tangan siswa penerima.
Update Program Sembako (Eks BPNT)
Mengenai isu saldo KKS yang ramai di media sosial, pemerintah memberikan penegasan bahwa dana Rp600.000 untuk periode Januari–Maret masih dalam tahap sinkronisasi data.
• Proses Verifikasi: Pemerintah mendahulukan akurasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTKS) agar bantuan tidak “salah alamat”.
• Himbauan KPM: Masyarakat diminta mengabaikan struk saldo nominal kecil (Rp6.000 atau Rp10.000) yang beredar di media sosial karena dana tersebut hanyalah sisa saldo lama atau transaksi sisa tahun 2025.
Untuk memastikan Anda masuk dalam daftar penerima MBG maupun PIP susulan, Anda dapat mengakses kanal resmi berikut:
• Kunjungi portal cekbansos.go.id untuk mengecek status bantuan sosial Kemensos.
• Gunakan laman pip.kemdikbud.go.id untuk mengecek status pencairan dana pendidikan anak Anda.***
Editor : Eli Kustiyawati