RADAR BOGOR - Tahun 2026 dibuka dengan kabar luar biasa bagi masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) PKH BPNT.
Melansir YouTube Klik Bansos, pemerintah memastikan sejumlah bansos besar seperti PKH BPNT kembali digulirkan, bahkan sebagian sudah mulai masuk rekening KPM sejak awal Januari.
Mulai dari pencairan susulan bansos PKH dan BPNT tahap 4, bantuan penebalan beras 10 kg per bulan selama empat bulan, hingga pencairan bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar (PIP) yang nilainya mencapai Rp1,8 juta per siswa.
Baca Juga: Banjir Ganggu Perjalanan Kereta Api, Pengembalian Dana Pelanggan oleh KAI Daop 1 Capai Rp1,2 Miliar
Namun, masyarakat diminta waspada karena beberapa bantuan memiliki batas waktu pencairan.
Jika terlambat, bantuan bisa hangus dan dikembalikan ke kas negara.
Meski secara resmi pencairan PKH tahap 4 berakhir pada 31 Desember 2025 dan BPNT pada 21 Desember 2025, tidak semua KPM langsung menerima bantuan tersebut.
Bagi KPM yang:
Baca Juga: Digelar di Kota Bogor, Jurnalis dan Aktivis Bahas Ulang Cara Media Memberitakan Narkotika
• Belum menerima saldo ke rekening KKS sama sekali
• Masih berstatus SPM atau berhasil cek rekening
Maka bantuan berpotensi besar kembali dicairkan pada Januari 2026.
Namun bagi KPM yang:
• Saldo sudah masuk
• Tidak dicairkan hingga melewati batas waktu
Baca Juga: Bupati Rudy Susmanto Tegaskan Keputusan Pengelolaan Sampah Tangsel Ada di Tangan Masyarakat Kabupaten Bogor
Maka bantuan dianggap hangus dan otomatis dikembalikan ke kas negara.
Saat ini, sebagian KPM bank BRI sudah berstatus SI (Standing Instruction) dan terpantau sudah mulai menerima pencairan BPNT susulan tahun 2026.
Program bantuan penebalan non tunai resmi dilanjutkan pemerintah di tahun 2026.
Dilansir dari kanal YouTube Klik Bansos, bantuan berupa beras 10 kg per bulan akan disalurkan selama 4 bulan berturut-turut, yakni Januari, Februari, Maret, dan April.
Baca Juga: Ramadan Makin Dekat, KPM Bansos Jangan Khawatir Masih Bisa Dapat 5 Bantuan dari PKH BPNT Tahap 1 hingga BLT Dana Desa
Total yang diterima setiap KPM sebanyak 40 kg beras atau setara Rp600.000.
Bantuan ini disiapkan untuk menjaga stabilitas pangan dan menekan dampak kenaikan harga bahan pokok di awal tahun.
Bulog menyiapkan stok sebanyak 720.000 ton beras untuk 18 juta penerima bantuan di seluruh Indonesia.
Distribusi dilakukan melalui PT Pos, kantor desa, dan titik komunitas resmi. KPM yang sudah menerima surat undangan diwajibkan datang sesuai jadwal.
Baca Juga: Cair Sebelum Ramadan? Bocoran Jadwal Bansos PKH BPNT Tahap 1 2026 dan Nasib KPM yang Tercatat 'Exclude' di Sistem
Kabar terakhir yang sangat dinantikan orang tua siswa: bantuan pendidikan PIP 2025 sudah mulai cair di bank penyalur.
Namun, hanya KPM yang sudah melakukan aktivasi rekening yang bisa mencairkan bantuan ini. Pemerintah memberi batas waktu aktivasi hingga 31 Januari 2026.
Jika lewat dari tanggal tersebut, bantuan otomatis dibatalkan.
Nominal bantuan:
Baca Juga: Update Bansos 20 Januari 2026: Percepatan PKH BPNT Tahap 1 dan Perluasan Bonus PIP Jenjang TK hingga SMA dalam 3 Termin
• SD: Rp450.000
• SMP: Rp750.000
• SMA/sederajat: hingga Rp1.800.000
Syarat aktivasi:
Baca Juga: Saldo Masuk Rekening KKS Awal 2026, Benarkah BPNT Tahap 1 Cair? KPM Wajib Cek Persoalan Ini agar Tidak Kecewa
• Surat keterangan dari sekolah
• KTP orang tua
• Kartu Keluarga
Bank penyalur:
Baca Juga: Silaturahmi dengan Wali Kota Bogor, Muhammadiyah Bahas Program Strategis 2026
• BRI untuk SD & SMP
• BNI untuk SMA
• BSI untuk wilayah Aceh
Dengan cairnya PKH-BPNT susulan, bansos beras 40 kg, serta bantuan pendidikan hingga Rp1,8 juta, awal tahun 2026 menjadi momentum penting bagi jutaan keluarga Indonesia.
Namun, KPM diminta aktif mengecek rekening, memantau status bantuan, dan segera melakukan aktivasi agar tidak kehilangan hak bantuan.