RADAR BOGOR - Per Januari 2026, masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) masih harus bersabar menunggu pencairan PKH dan BPNT Tahap 1.
Informasi terbaru yang dihimpun dari kanal Ariawanagus menunjukkan, bahwa sejumlah isu yang beredar di media sosial mengenai pencairan bansos PKH BPNT di beberapa daerah, khususnya Aceh, ternyata tidak akurat.
Sebuah foto struk pencairan senilai Rp600.000 yang viral di grup-grup media sosial diperiksa, dan ditemukan bahwa gambar tersebut berulang di banyak akun, menandakan kemungkinan besar itu merupakan struk lama bansos PKH BPNT yang diposting kembali.
Dengan kondisi ini, masyarakat diminta untuk tidak terpengaruh rumor dan bolak-balik mengecek KKS tanpa dasar yang jelas.
Berdasarkan pengecekan saldo per 22 Januari 2026, KKS penerima bantuan masih menunjukkan kondisi zonk atau saldo lama, misalnya Rp6.000. Belum ada masuknya dana bantuan baru untuk PKH maupun BPNT Tahap 1.
Status di aplikasi pendataan basos masih mengacu pada periode sebelumnya, yaitu Oktober hingga Desember, sehingga pencairan baru belum dapat terlihat.
Saat ini, data sedang dalam proses peralihan dan persiapan untuk tahap pencairan tahun 2026.
Selain PKH dan BPNT, bantuan lain seperti PIP masih mengalami pencairan susulan, namun jumlahnya terbatas.
Bantuan non-tunai berupa beras 10 kg untuk tahun ini yang dialokasikan untuk empat bulan ke depan akan segera diproses, begitu juga bantuan susulan dari tahun lalu, termasuk beras 20 kg dan minyak goreng bagi penerima yang masih memenuhi kriteria.
Sementara itu, status PBI JK (Jaminan Kesehatan) juga belum menunjukkan perubahan signifikan.
Kesimpulannya, hingga saat ini pencairan PKH dan BPNT Tahap 1 2026 belum terjadi.
Penerima bantuan dianjurkan untuk terus memantau perkembangan di aplikasi pendataan, dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum diverifikasi.
Bersabar menunggu proses pencairan menjadi langkah terbaik agar tidak salah kaprah terkait dana bantuan yang dijanjikan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga