BPNT Tahap 1 Belum Masuk Rekening KPM? Tenang, 3 Bansos Besar Ini Cair Januari 2026, Ada Dana Pendidikan Rp1,8 Juta
Kholikul Ihsan• Jumat, 23 Januari 2026 | 07:37 WIB
Ilustrasi. KPM bansos PKH BPNT mencairkan dana.
RADAR BOGOR - Sambil menunggu proses verifikasi data DTSEN dan pengecekan rekening untuk bansos BPNT Tahap 1, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kini bisa bernapas lega.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial dan Badan Gizi Nasional dikabarkan akan menggulirkan tiga bansos untuk KPM mulai Januari 2026, termasuk BPNT, bantuan pendidikan hingga Rp1,8 juta dan program makan gratis serentak di 38 provinsi.
Penyaluran bansos BPNT dan lainnya untuk KPM di awal tahun ini diambil, untuk memastikan jaring pengaman sosial tetap berjalan di tengah proses administratif pemutakhiran data nasional yang kini dilakukan setiap tiga bulan sekali.
Orang tua diimbau segera mengecek status penerima melalui situs resmi pip.kemdikbud.go.id dengan memasukkan NISN dan NIK siswa.
Memasuki musim hujan, jaminan kesehatan menjadi sangat krusial. Per Januari 2026, pemerintah telah melakukan aktivasi otomatis bagi penerima bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN).
Tidak hanya untuk anak sekolah, program dengan anggaran Rp435 triliun ini juga menjangkau:
- Ibu hamil dan Balita.
- Lansia di atas 75 tahun (Target 100.000 jiwa).
- Penyandang Disabilitas (Target 36.000 jiwa).
Penyaluran dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG yang telah dibangun di sekolah-sekolah dan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
Mulai tahun ini, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) bersifat dinamis. Data akan diperbarui setiap tiga bulan sekali untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Oleh karena itu, KPM diharapkan terus memantau status secara berkala untuk mengetahui apakah masih masuk dalam kategori desil rendah atau sudah dianggap mampu secara sistem.