RADAR BOGOR - Kebijakan bantuan sosial (bansos) PKH BPNT dan lainnya tahun anggaran 2026 membawa angin segar bagi banyak keluarga penerima manfaat.
Alokasi dana yang meningkat dan skema bantuan yang tetap berlanjut membuat potensi penerimaan bansos PKH BPNT tahun ini menjadi lebih besar dibanding periode sebelumnya.
Informasi ini penting diketahui KPM PKH BPNT agar dapat memahami peluang bansos apa saja yang bisa diterima serta bagaimana perhitungannya secara realistis.
1. Kenaikan Anggaran dan Sasaran Penerima Bansos 2026
Dilansir dari kanal Info Bansos, total anggaran bantuan sosial tahun 2026 tercatat mengalami peningkatan signifikan hingga sekitar 8,6 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan nilai mencapai Rp58,2 triliun.
Sasaran utama bantuan difokuskan pada keluarga yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, khususnya kelompok Desil 1 hingga Desil 4, yaitu rumah tangga dengan kondisi ekonomi paling rentan hingga hampir miskin.
2. Rincian Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahun 2026
PKH tetap menjadi bantuan tunai bersyarat yang dicairkan secara bertahap setiap tiga bulan. Besaran bantuan tidak disamaratakan, melainkan disesuaikan dengan kondisi anggota keluarga yang terdata, dengan maksimal empat komponen yang diperhitungkan dalam satu rumah tangga.
Untuk kategori ibu hamil atau nifas, bantuan mencapai Rp3.000.000 per tahun, begitu pula untuk anak usia dini 0-6 tahun. Anak sekolah menerima bantuan berbeda sesuai jenjang, yakni Rp900.000 untuk siswa SD, Rp1.500.000 untuk SMP, dan Rp2.000.000 untuk SMA.
Sementara itu, lansia usia 60 tahun ke atas serta penyandang disabilitas berat masing-masing memperoleh Rp2.400.000 per tahun. Jika seluruh komponen maksimal terpenuhi, total bantuan PKH dalam satu keluarga dapat mencapai Rp10.800.000 per tahun.
3. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Masih Berlanjut
Selain bantuan tunai PKH, bantuan pangan non tunai tetap disalurkan secara rutin setiap bulan.
Nilainya sebesar Rp200.000 per bulan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan pokok, sehingga dalam satu tahun total bantuan BPNT yang diterima mencapai Rp2.400.000.
Bantuan ini dapat diterima secara bersamaan dengan PKH selama keluarga penerima masih memenuhi kriteria.
4. Simulasi Total Bansos 2026, Akumulasi Bisa Lebih dari Rp13 Juta
Jika sebuah keluarga menerima paket bantuan lengkap, total bansos yang dikantongi bisa tergolong sangat besar. Contohnya, dalam satu keluarga terdapat dua anak balita dan dua lansia.
Dari perhitungan PKH, dua balita memperoleh total Rp6.000.000 dan dua lansia sebesar Rp4.800.000, sehingga total PKH mencapai Rp10.800.000.
Ketika ditambah dengan BPNT sebesar Rp2.400.000 per tahun, maka total bantuan yang diterima keluarga tersebut berada di kisaran Rp13,4 juta dalam satu tahun anggaran.
5. Bantuan Tambahan di Luar PKH dan BPNT
Di luar dua program utama tersebut, masih terdapat bantuan lain seperti Program Indonesia Pintar yang ditujukan bagi anak sekolah dari keluarga Desil 1 hingga Desil 4.
Nominal bantuan pendidikan ini bervariasi tergantung jenjang, mulai dari Rp450.000 hingga Rp1.800.000 per tahun.
Dengan adanya bantuan pendidikan ini, total penerimaan bansos setiap keluarga bisa berbeda-beda tergantung komposisi anggota keluarga dan jenis bantuan yang diterima.
Baca Juga: Kabar Duka: Selebgram Lula Lahfah Meninggal Dunia, Sambil Berlutut Reza Arab Temui Ibunda Almarhum
6. Perbandingan Besaran Bantuan Berdasarkan Kondisi Keluarga
Jika hanya menerima BPNT murni, total bantuan yang diterima keluarga berkisar Rp2.400.000 per tahun. Untuk keluarga dengan anak sekolah yang menerima BPNT dan PKH pendidikan, total bantuan dapat berada di kisaran Rp5.000.000 per tahun.
Sementara itu, keluarga dengan komponen lengkap seperti balita dan lansia berpotensi menerima bantuan tertinggi, dengan akumulasi mencapai lebih dari Rp13 juta per tahun.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga