RADAR BOGOR - Memasuki tanggal 24 Januari 2026, proses pencairan bantuan sosial (bansos) PKH BPNT untuk tahap pertama tahun anggaran 2026 menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan.
Melalui pantauan di aplikasi SIKS-NG, status untuk bansos PKH BPNT Tahap 1 alokasi Januari, Februari, dan Maret terpantau sudah memasuki tahap Final Closing.
Dilansir dari kanal YouTube Klik Bansos berikut informasi penting yang perlu KPM ketahui mengenai bansos PKH, BPNT dan lainnya di awal tahun ini.
Status Final Closing berarti Kementerian Sosial telah mengunci daftar nama Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berhak menerima bantuan pada tahap ini.
Nama-nama yang masuk dalam daftar ini adalah mereka yang datanya sudah sinkron antara DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) dan Dukcapil. Khusus untuk pemegang KKS Bank BNI, status saat ini sudah berada pada tahap Verifikasi Rekening.
Setelah proses verifikasi rekening selesai, sistem akan berlanjut ke tahap SPM (Surat Perintah Membayar), turunnya SP2D, hingga muncul status SI (Standing Instruction).
Berdasarkan pola percepatan data tahun ini, diprediksi saldo bansos PKH dan BPNT Tahap 1 akan mulai cair secara bertahap pada Minggu kedua atau ketiga bulan Februari 2026.
Bagi orang tua siswa penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP), jangan lupa batas akhir aktivasi rekening adalah 31 Januari 2026.
Jika aktivasi tidak dilakukan, dana bantuan hingga Rp1,8 juta akan hangus dan ditarik kembali oleh negara.
Pastikan KKS Anda dalam kondisi baik dan tidak hilang. Tetap bersabar menunggu antrean pencairan karena dana akan disalurkan secara bergelombang.
Jangan lupa untuk terus memantau status melalui pendamping sosial masing-masing.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga