RADAR BOGOR - Pencairan berbagai bantuan sosial (bansos) diprediksi mengalami percepatan signifikan pada rentang akhir Januari 2026.
Dilansir dari kanal milik Yoga Faradika, bahwa periode 26 hingga 31 Januari menjadi momentum penting karena sejumlah bantuan yang sebelumnya tertunda mulai disalurkan, sekaligus menjadi penuntasan alokasi tahun sebelumnya sebelum memasuki skema penuh tahun anggaran 2026.
Percepatan ini berdampak langsung pada kelompok rentan, keluarga prasejahtera, serta penerima bantuan pendidikan yang selama ini menunggu kejelasan pencairan.
1. Bantuan ATENSI YAPI untuk Anak Yatim dan Piatu
Bantuan ATENSI YAPI kembali disalurkan kepada anak yatim, piatu, dan yatim piatu yang berada dalam kondisi rentan atau berasal dari keluarga kurang mampu. Nominal bantuan ditetapkan sebesar Rp200.000 per bulan.
Dalam praktik penyalurannya, sebagian penerima memperoleh bantuan secara bulanan, sementara sebagian lainnya menerima pencairan sekaligus per triwulan sehingga total dana yang diterima mencapai Rp600.000.
Pada akhir Januari 2026, pencairan bantuan ini sudah banyak terealisasi, ditandai dengan munculnya bukti transaksi dari penerima di berbagai daerah.
2. Program Indonesia Pintar dengan Perluasan Sasaran 2026
Program Indonesia Pintar mengalami perluasan sasaran pada tahun 2026 dengan mencakup peserta didik jenjang Taman Kanak-Kanak, selain SD, SMP, dan SMA. Langkah ini membuka peluang lebih luas bagi anak usia dini dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan dukungan pendidikan sejak awal.
Tanggal 31 Januari 2026 menjadi batas waktu yang sangat menentukan, karena merupakan tenggat akhir pengusulan data melalui satuan pendidikan sekaligus batas terakhir aktivasi rekening SimPel bagi penerima yang belum mengaktifkan.
Apabila aktivasi tidak dilakukan hingga batas waktu tersebut, dana bantuan berpotensi tidak dapat dicairkan. Pada fase akhir Januari ini, penyaluran PIP juga difokuskan untuk menuntaskan sisa alokasi tahun sebelumnya agar penyerapan anggaran mencapai maksimal.
3. Bantuan Pangan Beras Susulan dan Penyaluran Baru
Penyaluran bantuan pangan beras kembali dilakukan dalam bentuk susulan bagi Keluarga Penerima Manfaat yang belum menerima alokasi pada periode sebelumnya.
Bantuan yang cair pada akhir Januari ini berupa beras sebanyak 20 kilogram, yang merupakan alokasi bulan Oktober dan November 2025 yang sempat tertunda. Penyaluran susulan ini harus diselesaikan sebelum masuk ke alokasi tahun berjalan.
Selain itu, sudah direncanakan penyaluran lanjutan berupa bantuan beras total 40 kilogram untuk empat bulan ke depan, yang dijadwalkan mulai pertengahan Februari 2026 sebagai persiapan memasuki bulan Ramadan.
4. Bantuan Minyak Goreng Tambahan Sembako
Seiring dengan penyaluran bantuan beras susulan, bantuan minyak goreng juga disalurkan kepada penerima yang sama. Setiap keluarga mendapatkan tambahan sebanyak 4 liter minyak goreng.
5. Bantuan Tunai Susulan dan Peralihan PKH-BPNT
Pada akhir Januari 2026, bantuan tunai susulan juga mulai dicairkan, termasuk BLT Kesra untuk kategori kemiskinan ekstrem dengan nilai Rp900.000 per penerima.
Selain itu, pencairan PKH dan BPNT turut berjalan bagi penerima yang mengalami peralihan metode penyaluran dari kantor pos ke Kartu KKS yang terhubung dengan bank penyalur.
Bagi penerima yang telah memegang KKS baru, termasuk KKS Merah Putih, disarankan untuk rutin mengecek saldo karena dana bantuan masuk secara bertahap sesuai proses peralihan sistem.
Editor : Eka Rahmawati