RADAR BOGOR - Di tengah beredar video yang menunjukkan keluarga penerima manfaat atau KPM berhasil menarik saldo Bansos Rp600.000 pada akhir Januari 2026, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak gegabah mengecek ATM.
Meski Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyiapkan anggaran untuk triwulan pertama, status di aplikasi SIKS-NG menunjukkan progres yang berbeda antar wilayah.
Pencairan dana BPNT dan PKH tahun 2026 memiliki mekanisme prioritas, terutama bagi daerah yang sedang dalam masa pemulihan bencana.
Munculnya bukti transaksi senilai Rp600.000 di agen bank (BSI) pada 26 Januari 2026 memicu gelombang pertanyaan.
Dilansir dari kanal YouTube Info Bansos, berdasarkan analisis, ada tiga kemungkinan besar terkait saldo tersebut:
- Dana Susulan: Merupakan saldo sisa akhir tahun 2025 yang baru ditarik oleh KPM.
- Percepatan Wilayah 3T: Dana khusus untuk daerah tertinggal atau terdampak bencana yang memiliki jadwal berbeda.
- Akumulasi Triwulanan: Jika benar BPNT 2026, maka itu adalah rapel untuk bulan Januari, Februari, dan Maret.
PKH Masuk Tahap Final Closing
Laporan terbaru dari akun pendamping sosial menunjukkan pergerakan data yang signifikan pada sistem SIKS-NG. Untuk bantuan PKH tahap 1 (Januari-Maret 2026), statusnya kini sudah mencapai Final Closing. Artinya, nama-nama penerima sudah divalidasi oleh sistem.
Namun, untuk bantuan BPNT, sebagian besar daerah masih dalam proses verifikasi administratif sebelum muncul status SP2D (Surat Perintah Penyaluran Dana).
Pemerintah memprioritaskan anggaran untuk KPM di wilayah Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Percepatan ini dilakukan untuk membantu pemulihan ekonomi masyarakat pasca bencana banjir di wilayah tersebut. Dana ini ditujukan bagi penerima PKH dan BPNT yang datanya sudah masuk dalam DTKS hasil pemutakhiran terbaru.
KPM diimbau untuk tidak melakukan pengecekan saldo secara berlebihan di mesin ATM jika belum ada instruksi karena chip kartu KKS rentan rusak jika sering digesek tanpa ada saldo masuk. Tunggu hingga status di SIKS-NG berubah menjadi SI (Standing Instruction), yang menandakan dana sudah ditransfer dari bank ke rekening masing-masing.
Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan penyaluran bansos reguler triwulan pertama akan dimulai secara masif pada Februari 2026. Penyaluran tetap dilakukan melalui dua jalur, Himpunan Bank Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia.***
Editor : Eka Rahmawati