Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

KPM di Daerah Ini Dapat Pencairan Bansos, Simak juga Kejelasan Saldo Rp2,5 Juta dan Rp600 Ribu ke Rekening KKS

Mutia Tresna Syabania • Kamis, 29 Januari 2026 | 10:58 WIB
Ilustrasi: Penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada para penerima manfaat atau KPM.
Ilustrasi: Penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada para penerima manfaat atau KPM.
RADAR BOGOR - Menjelang akhir Januari 2026, berbagai unggahan bukti transaksi atau struk penarikan saldo yang diklaim sebagai bantuan sosial (bansos) beredar. 
 
Namun, para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos diharapkan bersikap bijak dan teliti dalam menyaring informasi tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman.
 
Dikutip dari Youtube Ariawanagus, beredarnya foto struk penarikan dengan nominal besar di beberapa wilayah, seperti Desa Serumpun Buluh, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas Kalimantan Barat perlu dicermati berdasarkan periode salurnya:
 
Baca Juga: Status Belum SPM Muncul dan Kriteria KPM Penerima Kini Diperketat, Ini Pergerakan Terbaru Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 Tahun 2026
 
• Saldo Rapel (Susulan): Nominal besar (seperti Rp2,5 juta) dipastikan merupakan dana susulan atau rapel dari tahap 3 dan 4 tahun 2025. H
 
Hal ini terjadi karena adanya kendala aktivasi rekening atau perbaikan data yang baru tuntas di awal tahun 2026.
 
• Bukan Tahap 1 2026: Hingga saat ini, belum ada pencairan resmi untuk alokasi Januari–Maret 2026. 
 
Jika Anda melihat saldo masuk senilai Rp600.000 (BPNT) atau nominal PKH lainnya pada tanggal 26-27 Januari, itu adalah dana susulan dari tahun anggaran sebelumnya.
 
• Saldo Unik: Beberapa laporan struk dengan nominal tidak wajar (bukan angka bansos standar) perlu diwaspadai sebagai dana non-bansos atau transfer pribadi.
 
Pantauan SIKS-NG: Progres Administrasi Tahap 1
 
Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 Januari sampai Maret 2026 Cair Bertahap, Banyak Nama KPM Baru Muncul pada Awal Tahun, Nasib KPM Lama Bagaimana?
 
Berdasarkan data terbaru dari sistem SIKS-NG, berikut posisi perkembangan bantuan untuk periode triwulan pertama tahun 2026:
 
• PKH Tahap 1 Verifikasi Rekening. Masih dalam proses pengecekan keaktifan rekening KPM di bank penyalur.
 
• BPNT Tahap 1 Belum SPM. Sebagian bank (BNI/BSI) sudah tuntas verifikasi rekening, sebagian (Mandiri/BRI) masih proses.
 
Penyaluran massal akan dimulai pada Februari 2026, oleh karena itu, status SI (Standing Instruction) yang menjadi tanda uang siap masuk ke ATM diperkirakan baru muncul di minggu-minggu awal bulan depan.
 
Di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok, para penerima manfaat diimbau untuk tidak hanya bergantung pada dana bantuan. 
 
Berikut beberapa tips manajemen keuangan sederhana:
 
• Evaluasi Pengeluaran: Catat setiap pengeluaran harian dan potong pos anggaran yang tidak mendesak.
 
Baca Juga: Api Melahap Mobil di Citeureup Bogor hingga Hangus Terbakar, Pemicunya Diduga Akibat Hal Ini
 
• Dana Darurat: Usahakan menyisihkan nominal kecil (misalnya Rp5.000 - Rp10.000) secara rutin sebagai cadangan saat bantuan mengalami keterlambatan.
 
• Manfaatkan Teknologi: Gunakan aplikasi perbankan digital resmi yang diawasi OJK untuk menabung atau mencari peluang tambahan secara aman.
 
Informasi mengenai cairnya bansos di akhir Januari 2026 mayoritas adalah dana susulan tahun 2025. 
 
Untuk alokasi Tahap 1 2026, KPM bansos diminta bersabar menunggu hingga proses administrasi di tingkat pusat selesai.***
Editor : Eka Rahmawati
#kpm #bansos #kks