RADAR BOGOR – Penyaluran bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT Tahap 1 untuk periode Januari hingga Maret 2026 kini memasuki fase krusial dalam proses persiapan.
Sejumlah pembaruan penting terjadi, mulai dari progres verifikasi rekening di empat bank penyalur, perubahan komposisi penerima bantuan melalui penghapusan KPM kategori Desil 5, hingga sinyal jadwal pencairan yang mulai mengarah ke bulan Februari.
Kondisi ini membuat banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) perlu memahami posisi status bantuan masing-masing agar tidak salah menafsirkan keterlambatan pencairan yang saat ini masih dipengaruhi oleh proses administrasi dan pemantapan data.
1. Status Penyaluran Bansos Masih Tahap Awal
Hingga akhir Januari 2026, penyaluran bantuan sosial PKH dan BPNT Tahap 1 masih berada pada fase persiapan.
Dilansir dari kanal Sukron Channel, sistem kesejahteraan sosial menunjukkan bahwa proses belum masuk ke tahap pencairan, melainkan masih berfokus pada penyelesaian administrasi dan validasi data penerima.
2. Progres Penyaluran di Empat Bank Belum Seragam
Pemantauan di empat bank penyalur menunjukkan pergerakan status yang berbeda-beda. Sebagian besar masih berada pada tahap verifikasi rekening, sementara sebagian lainnya berstatus belum SPM.
Kondisi ini menandakan bahwa dana belum siap disalurkan dan masih menunggu tahapan lanjutan sebelum pencairan dapat dilakukan.
3. Tahap SI Menjadi Penentu Bank yang Cair Lebih Dulu
Penyaluran baru dapat berlangsung setelah status berubah ke tahap SI atau Standing Instruction.
Hingga saat ini, belum ada bank yang mencapai tahapan tersebut. Bank yang lebih cepat masuk ke tahap SI diperkirakan akan menjadi yang pertama menyalurkan bantuan kepada KPM.
4. Penghentian Bantuan untuk KPM Kategori Desil 5
Pada Tahap 1 tahun 2026, KPM yang masuk kategori Desil 5 tidak lagi menjadi penerima PKH maupun BPNT.
Kelompok ini dianggap berada pada tingkat kesejahteraan yang lebih baik dibanding kelompok prioritas sehingga bantuannya dihentikan pada tahap ini.
5. Kuota Desil 5 Dialihkan ke Desil 1 hingga 4
Penghentian penerima dari Desil 5 membuka kuota baru yang dialihkan kepada warga dari Desil 1 sampai Desil 4.
Kelompok ini merupakan kategori sangat miskin hingga rentan miskin yang telah masuk dalam daftar usulan sebagai penerima baru.
6. Jumlah Penerima yang Dicoret Mencapai Jutaan KPM
Total KPM yang dihentikan bantuannya dari kategori Desil 5 diperkirakan mencapai sekitar 2,4 juta keluarga.
Jumlah ini merupakan gabungan penerima PKH dan BPNT yang datanya diperbarui pada Tahap 1 tahun 2026.
7. Solusi bagi Warga Desil 5 yang Merasa Masih Layak
Warga yang masuk Desil 5, namun merasa kondisi ekonominya belum layak dikeluarkan dari bantuan, dapat mengajukan pembaruan data.
Pengajuan dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos atau dengan melapor ke operator desa atau kelurahan agar dilakukan survei ulang kondisi ekonomi keluarga.
8. Perbedaan Akses Akun dalam Sistem Kesejahteraan Sosial
Akun pendamping PKH memiliki menu Final Closing yang menampilkan daftar akhir calon penerima beserta komponen dan nominal bantuan, namun tidak dapat melakukan usulan baru.
Sebaliknya, akun operator desa memiliki kewenangan untuk mengusulkan penerima baru, pembaruan desil, dan perbaikan data kependudukan.
9. Menu View BNBA Bisa Diakses oleh Semua Akun
Baik pendamping PKH maupun operator desa sama-sama dapat memantau progres penyaluran melalui menu View BNBA.
Menu ini menampilkan tahapan penyaluran, mulai dari verifikasi rekening hingga status penyaluran dana.
10. Perkiraan Pencairan Mengarah ke Februari 2026
Berdasarkan perkembangan proses yang ada, pencairan bantuan sosial Tahap 1 diperkirakan dimulai pada bulan Februari 2026.
Perkiraan waktu pencairan berada pada minggu ketiga atau keempat, dengan kemungkinan sebagian wilayah menerima bantuan hingga awal Maret.
11. Pencairan Diperkirakan Tidak Serentak
Seperti tahap sebelumnya, penyaluran bantuan sosial kemungkinan besar dilakukan secara bertahap.
Perbedaan kesiapan bank dan wilayah menjadi faktor utama yang memengaruhi cepat atau lambatnya pencairan di masing-masing daerah.
12. KPM Disarankan Rutin Memantau Status Bantuan
Selama proses masih berjalan, KPM disarankan untuk rutin memantau status bantuan melalui kanal resmi yang tersedia serta memastikan data kependudukan dan rekening tetap aktif agar tidak mengalami kendala saat pencairan dimulai.***
Editor : Eli Kustiyawati