RADAR BOGOR – Kabar yang dinantikan oleh jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos di seluruh Indonesia mulai menemui titik terang.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengonfirmasi dimulainya proses distribusi bansos reguler, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap 1 tahun anggaran 2026.
Dikutip dari YouTube Info Bansos, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan bahwa pemutakhiran data kini mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) hasil validasi terbaru Badan Pusat Statistik (BPS).
Hal ini bertujuan agar dana bantuan tepat sasaran dan transparan.
Berdasarkan kebijakan terbaru, terdapat perhatian khusus bagi daerah yang masuk dalam kategori kedaruratan.
Tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mendapatkan percepatan penyaluran anggaran bansos reguler yang mencapai lebih dari Rp1,8 triliun.
Selain bansos rutin, pemerintah juga menyalurkan bantuan khusus pascabencana yang meliputi:
- Santunan ahli waris: Rp15 juta per jiwa untuk korban meninggal dunia.
- Isi hunian: Bantuan Rp3 juta per keluarga untuk kebutuhan rumah tangga.
- Jaminan hidup (jadup): Uang lauk-pauk Rp450.000 per orang per bulan selama tiga bulan.
- Pemulihan ekonomi: Modal tunai Rp5 juta bagi keluarga yang kehilangan mata pencaharian.
Bagi KPM di luar wilayah bencana, proses saat ini terpantau telah memasuki tahap verifikasi rekening pada aplikasi SIKS-NG.
Penting untuk dipahami, dana hanya akan masuk ke rekening KKS jika tahapan berikut telah selesai:
- SPM (Surat Perintah Membayar) diterbitkan.
- SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) diterbitkan.
- SI (standing instruction) atau instruksi pemindahbukuan dari bank ke rekening KPM telah diproses.
Kapan sebaiknya cek saldo? Penyaluran dilakukan secara bergelombang (sistem termin).
Untuk daerah nonbencana, pencairan diprediksi mulai masif pada pertengahan Februari hingga akhir Maret 2026.
KPM diimbau untuk tidak terburu-buru mengecek saldo di ATM jika belum ada instruksi resmi.
Agar tidak perlu bolak-balik ke mesin ATM, KPM dapat menggunakan metode berikut:
- Situs resmi: Akses cekbansos.kemensos.go.id, masukkan data sesuai KTP untuk melihat status periode Januari–Maret 2026.
- Layanan mobile banking: Gunakan aplikasi seperti Livin’ by Mandiri, BRImo, atau BNI Mobile untuk memantau saldo masuk melalui ponsel.
- Konsultasi pendamping: Hubungi pendamping PKH setempat yang memiliki akses ke SIKS-NG untuk memastikan apakah nama Anda masuk dalam daftar BNBA (By Name By Address).
Pemerintah mengingatkan agar dana bantuan digunakan dengan bijak untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan biaya pendidikan.
Masyarakat juga diminta waspada terhadap segala bentuk penipuan yang meminta biaya administrasi, karena seluruh proses pencairan bansos bersifat gratis dan langsung dikirimkan ke rekening penerima atau melalui PT Pos Indonesia.***
Editor : Eli Kustiyawati