Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Status SPM Sudah Muncul dan KPM Desil 5 dengan Kategori Ini Masih Diprioritaskan, Simak Kabar Baik Bansos PKH BPNT Tahap 1 Tahun 2026

Ira Yulia Erfina • Kamis, 29 Januari 2026 | 18:04 WIB
Ilustrasi penyaluran bantuan sosial atau bansos kepada KPM.
Ilustrasi penyaluran bantuan sosial atau bansos kepada KPM.

RADAR BOGOR - Perkembangan pencairan bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT tahap pertama tahun 2026 mulai menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. 

Pembaruan data per akhir Januari 2026 memperlihatkan adanya pergerakan status penyaluran bansos untuk periode Januari hingga Maret, sekaligus menjawab kekhawatiran penerima kategori lansia yang masuk dalam kelompok Desil 5. 

Informasi ini menjadi penting karena berkaitan langsung dengan kepastian jadwal pencairan bansos serta peluang tetap diterimanya bantuan bagi kelompok prioritas di tengah penyesuaian data kesejahteraan terbaru.

1. Status PKH dan BPNT di SIKS-NG Sudah Naik ke Tahap SPM

Dilansir dari kanal Cek Bansos, hasil pengecekan terbaru pada sistem SIKS-NG per 29 Januari 2026 menunjukkan adanya perubahan status untuk bantuan PKH dan BPNT tahap pertama tahun ini. 

Jika sebelumnya status masih berada pada tahap verifikasi rekening, kini telah bergerak ke tahap SPM atau Surat Perintah Membayar. Perubahan ini terpantau terjadi secara merata di seluruh bank penyalur Himbara, yakni Mandiri, BRI, BNI, dan BSI. 

Kenaikan status ini menandakan proses penyaluran sudah memasuki fase akhir sebelum dana benar-benar masuk ke rekening penerima, meskipun pada tahap ini bantuan masih belum dapat dicairkan karena belum mencapai SP2D atau SI.

2. Perkiraan Bank yang Lebih Dulu Mencairkan Dana

Berdasarkan pola penyaluran pada tahun sebelumnya, terdapat kemungkinan salah satu bank akan lebih cepat menyalurkan bantuan dibandingkan yang lain. 

BSI disebut berpeluang mencairkan dana lebih awal karena wilayah penyalurannya lebih terbatas, dengan jumlah penerima yang relatif lebih sedikit. 

Kondisi tersebut membuat proses administrasi dan verifikasi berjalan lebih singkat. Meski demikian, urutan bank penyalur tidak memengaruhi hak penerima selama nama masih tercatat aktif sebagai penerima bantuan tahap berjalan.

3. Kepastian Bantuan untuk Lansia yang Masuk Desil 5

Penyesuaian data kesejahteraan tahun 2026 membawa konsekuensi bagi penerima yang masuk Desil 5, karena kelompok ini umumnya dianggap sudah berada di luar kategori prioritas. Namun, ketentuan tersebut tidak berlaku sepenuhnya bagi komponen tertentu. 

Lansia dan penyandang disabilitas tetap memiliki peluang besar untuk menerima bantuan meskipun berada di Desil 5, karena keduanya masuk kelompok prioritas yang masih dilindungi. 

Berbeda halnya dengan penerima usia produktif di Desil 5 yang dipastikan tidak lagi mendapatkan bantuan dan akan dikeluarkan dari daftar penerima.

4. Langkah Penting bagi Lansia dan Disabilitas di Desil 5

Bagi penerima dengan komponen lansia atau disabilitas yang terdata di Desil 5, sangat disarankan untuk segera melakukan pembaruan data. 

Pelaporan dapat dilakukan melalui petugas DTKS di kelurahan atau dinas sosial setempat pada rentang tanggal 1 hingga 11 setiap bulan. 

Tujuan utama langkah ini adalah mengajukan pembaruan desil agar kondisi kesejahteraan terkini tercatat dengan benar. Dengan data yang diperbarui, peluang bantuan tetap berlanjut pada tahap berikutnya akan semakin besar.

5. Gambaran Akhir Perkembangan Pencairan Tahap 1 Tahun 2026

Secara keseluruhan, pergerakan status ke tahap SPM menjadi sinyal positif bahwa pencairan PKH dan BPNT tahap pertama 2026 semakin mendekati realisasi. 

Lansia dan penyandang disabilitas yang masuk Desil 5 tidak perlu panik, selama data kependudukan dan kesejahteraan terus diperbarui secara berkala. Ketelitian dalam menjaga validitas data menjadi kunci utama agar bantuan tetap aman dan tidak terhenti di tengah jalan.***

Editor : Asep Suhendar
#bpnt #bansos #pkh