RADAR BOGOR – Kabar pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap pertama tahun 2026 kembali menjadi perhatian jutaan masyarakat Indonesia.
Dilansir dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel diperlihatkan hasil pengecekan langsung saldo bantuan PKH dan BPNT milik salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Pengecekan dilakukan secara transparan menggunakan aplikasi Livin’ by Mandiri melalui ponsel.
Baca Juga: Kafe di Baranangsiang Kota Bogor Nyaris Hangus Terbakar, Api Tiba-tiba Muncul dari Kompor Fryer
Pengecekan Dilakukan Secara Real Time
Dalam video tersebut, Arfan memulai dengan menyapa para pengikutnya dan menjelaskan bahwa pengecekan dilakukan tepat pada pukul 10.15 WIB.
KPM yang dicek menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dari Bank Mandiri.
Ia juga memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa penerima bantuan dengan KKS Mandiri kini tidak perlu repot datang ke ATM.
Cukup dengan mengunduh aplikasi Livin’ by Mandiri, saldo bantuan dapat dicek kapan saja melalui ponsel.
Baca Juga: Jelang Ramadhan dan Lebaran, Ketersediaan Stok Daging Nasional Dipastikan Aman dengan Harga Terkendali dan Pasokan Mencukupi
Langkah Mudah Cek Saldo KKS Bansos PKH dan BPNT
• Di halaman utama aplikasi, nama pemilik akun akan muncul di bagian pojok kiri atas.
• Setelah masuk ke menu KKS digital, saldo bantuan dapat langsung terlihat. Namun, hasil yang muncul justru mengejutkan.
• Saldo Masih Nol, Bantuan Belum Cair
Saat tampilan saldo muncul di layar, terlihat jelas bahwa hingga 2 Februari 2026, dana PKH dan BPNT tahap pertama belum masuk ke rekening KPM.
Baca Juga: Pemkot Bogor Klaim Sudah Tertibkan Spanduk dan Baliho Sebelum Disentil Presiden Prabowo Subianto
Saldo masih menunjukkan angka nol rupiah.
Namun, kondisi tersebut berlaku khusus untuk KKS Bank Mandiri yang dicek dalam video tersebut.
Selain itu, status bantuan di aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS-NG) masih berada pada tahap SPM (Surat Perintah Membayar), belum naik ke tahap SP2D dan SI yang menandakan dana siap dicairkan.
Riwayat Pencairan Tahun Sebelumnya
Berdasarkan data di aplikasi, terakhir kali KPM menerima bantuan adalah pada November 2025 berupa BLT Kesra sebesar Rp900.000 yang telah ditarik pada 4 November 2025.
Baca Juga: Rakornas di Bogor, Presiden Minta Kepala Daerah Waspada, Prabowo Subianto: Mereka yang Melupakan Sejarah Akan Dihukum oleh Sejarah
Sementara pada Oktober 2025, KPM menerima:
• Bantuan PKH sebesar Rp975.000 untuk komponen anak SD dan balita
• Bantuan BPNT sebesar Rp600.000
• Total bantuan tersebut telah dicairkan pada 31 Oktober 2025.
Namun, sejak Desember 2025 hingga Februari 2026, belum tercatat adanya pencairan PKH maupun BPNT.
Baca Juga: Rakornas di Bogor, Presiden Minta Kepala Daerah Waspada, Prabowo Subianto: Mereka yang Melupakan Sejarah Akan Dihukum oleh Sejarah
Para penerima bantuan untuk rutin memantau saldo dan status bantuan melalui aplikasi resmi, baik Livin’ by Mandiri maupun SIKS-NG.
Beberapa langkah yang disarankan antara lain:
• Pastikan aplikasi perbankan sudah aktif
• Login secara berkala untuk cek saldo
• Pantau status bantuan di DTKS/SIKS-NG
• Hubungi pendamping sosial jika terjadi kendala
Baca Juga: Perkembangan Bansos PKH BPNT Tahap 1 2026 Per Awal Februari, Nominal Bantuan Sudah Tertera namun Dana Masih Proses SPM
Dengan cara ini, KPM diharapkan tidak tertinggal informasi penting terkait pencairan bansos.
Hingga awal Februari 2026, pencairan PKH dan BPNT tahap pertama masih belum terealisasi di sejumlah wilayah, termasuk di Ciamis, Jawa Barat.
Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap bersabar sembari menunggu proses administrasi pemerintah diselesaikan.***