RADAR BOGOR – Memasuki minggu pertama Februari 2026, terdapat beberapa perkembangan penting terkait pendistribusian kartu bansos dan status pencairan dana sosial.
Dikutip dari YouTube Diary Bansos, berikut poin-poin utama yang perlu dipahami oleh seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos, di antaranya:
1. Redistribusi Kartu KKS dan Buku Tabungan Bank BNI
Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) secara resmi telah menginstruksikan pihak Bank BNI untuk menyalurkan kembali kartu KKS dan buku tabungan yang belum sempat terdistribusi pada tahun 2025.
Berdasarkan data cut-off 21 November 2025, tercatat sekitar 100.000 lebih kartu KKS—khususnya KPM peralihan dari Kantor Pos—yang belum diterima oleh pemiliknya.
Penyaluran ulang ini akan melibatkan pendamping sosial dan dinas sosial kabupaten/kota setempat.
Lokasi pembagian biasanya dilakukan di fasilitas pemerintah, seperti balai desa atau kantor kelurahan.
Bagi Anda yang merasa belum menerima kartu KKS pada tahun lalu karena kendala teknis (sakit atau berada di luar kota), harap berkoordinasi dengan pendamping sosial untuk mendapatkan jadwal pengambilan terbaru.
2. Arti Status “Tidak” pada Aplikasi Cek Bansos
Banyak KPM yang merasa khawatir ketika melihat keterangan “Tidak” pada kolom status bantuan PKH, BPNT, atau PBI di aplikasi atau laman Cek Bansos.
Status tersebut menunjukkan KPM bersangkutan sudah tidak lagi menjadi penerima bantuan sosial tersebut.
Data pada aplikasi Cek Bansos sering kali mengalami keterlambatan pembaruan (delay update).
Petugas di lapangan lebih menyarankan KPM untuk merujuk pada data di sistem SIKS-NG melalui pendamping sosial atau operator desa.
Di samping itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul telah membuka sejumlah saluran dalam proses pemutakhiran data, seperti aplikasi SIKS-NG, Cek Bansos, ground check, call center, hingga WhatsApp Center.
“Hal yang bisa dipelajari selanjutnya adalah adanya keyakinan atas kebenaran data karena diberikan langsung oleh yang bersangkutan (otentikasi biometrik),” kata Gus Ipul.
Status di Cek Bansos tidak bisa dijadikan patokan mutlak. Keakuratan data yang paling real time hanya tersedia di menu View DTKS pada sistem SIKS-NG.
Progres persiapan pencairan PKH dan BPNT Tahap 1 alokasi Januari–Maret 2026 adalah sebagai berikut:
- Status saat ini: Mayoritas KPM sudah berada pada tahap SPM (Surat Perintah Membayar).
- Tahap selanjutnya: KPM masih harus menunggu status berubah menjadi SI (Standing Instruction) sebelum dana benar-benar masuk ke rekening.
KPM diminta untuk tidak melakukan pengecekan saldo secara berlebihan di mesin ATM atau agen bank guna menghindari risiko kartu KKS tertelan, rusak, atau hilang.
Hingga saat ini, proses pencairan bantuan sosial Tahap 1 tahun 2026 masih dalam tahap penyelesaian administrasi (SPM).
Tetaplah bersabar dan pastikan Anda mendapatkan informasi bansos dari kanal resmi Kementerian Sosial atau pendamping sosial di wilayah masing-masing.***
Editor : Eli Kustiyawati