RADAR BOGOR - Kabar gembira bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos di seluruh Indonesia.
Berdasarkan pantauan terbaru pada sistem SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) per 4 Februari 2026, proses penyaluran bansos untuk triwulan pertama (Januari, Februari, Maret) menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Dikutip dari YouTube Cek Bansos, Pemerintah melalui Kementerian Sosial terus mempercepat administrasi, agar bantuan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengupayakan agar seluruh proses administrasi di bank Himbara segera rampung.
"Mekanisme penyaluran bansos pada periode ini masih akan disalurkan melalui dua jalur, yakni perbankan milik pemerintah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia," kata Gus Ipul, dikutip dari laman resmi Kemensos, Kamis, 5 Februari 2026.
1. Status SI (Standing Instruction) pada Bank BNI dan BSI
Hasil pengecekan terbaru pada akun SIKS-NG Supervisor menunjukkan, bantuan BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) atau Program Sembako untuk dua bank penyalur, yaitu Bank BNI dan Bank BSI, sudah berstatus SI (Standing Instruction).
Apa artinya status SI? Status ini menandakan, surat perintah pemindahbukuan dana dari rekening kas negara ke rekening bank penyalur telah diterbitkan.
• Estimasi Pencairan: Dana diprediksi akan masuk ke saldo kartu KKS milik KPM dalam kurun waktu 3 hingga 7 hari kerja ke depan.
• Bank Lainnya: Untuk Bank Mandiri dan Bank BRI, saat ini status masih berada pada tahap SPM (Surat Perintah Membayar).
Namun, diprediksi kedua bank tersebut akan segera menyusul ke status SI dalam waktu dekat.
2. Perkembangan Bansos PKH Tahap 1
Untuk program PKH (Program Keluarga Harapan), per tanggal 4 Februari 2026, mayoritas data masih berada pada tahapan SPM.
Meski demikian, KPM diharapkan tetap tenang karena biasanya proses perubahan dari SPM ke SI untuk PKH berjalan sangat cepat, bahkan seringkali cair berbarengan dengan bantuan BPNT.
3. Kelanjutan Distribusi Kartu KKS yang Tertunda
Kementerian Sosial juga telah menerbitkan surat edaran resmi terkait kelanjutan distribusi kartu KKS yang sempat tertunda pada akhir tahun 2025.
Sasaran: Ditujukan bagi sekitar 100 ribu KPM yang tersebar di 111 kabupaten/kota.
Fokus Penyaluran: Saat ini instruksi khusus diberikan kepada Bank BNI, untuk menjadwalkan ulang pembagian kartu bagi KPM peralihan yang belum menerima KKS.
Syarat Penerima: Distribusi hanya diberikan kepada KPM yang status kepesertaannya masih aktif dan terdaftar dalam Desil 1 hingga Desil 4 pada data kemiskinan pemerintah.
Agar proses pengecekan berjalan efektif dan aman, berikut beberapa tips bagi Anda:
• Hindari Pengecekan Berlebih: Jika Anda tidak memiliki layanan mobile banking, jangan terburu-buru mengecek ke ATM setiap hari guna menghindari kerusakan atau tertelannya kartu KKS.
• Koordinasi dengan Operator DTKS: Bagi KPM yang belum menerima kartu KKS, silakan berkomunikasi dengan petugas DTKS atau pendamping sosial di kelurahan/desa untuk mengetahui jadwal distribusi di wilayah masing-masing.
• Pantau Status Mandiri: Gunakan aplikasi atau laman resmi Cek Bansos secara berkala untuk memastikan status kepesertaan Anda masih aktif.
Proses pencairan bansos triwulan pertama tahun 2026 sudah di depan mata, diawali oleh Bank BNI dan BSI untuk bantuan sembako.***
Editor : Asep Suhendar