RADAR BOGOR - Di tengah penantian pencairan BPNT Tahap 1 2026, muncul unggahan viral yang mengklaim saldo Rp600.000 telah masuk ke rekening hari ini, 6 Februari 2026.
Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, bukti tersebut menunjukkan indikasi kuat sebagai hasil manipulasi atau editan.
Melansir dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel, belakangan ini jagat media sosial, khususnya grup Facebook, diramaikan dengan tangkapan layar (screenshot) yang memperlihatkan saldo sebesar Rp600.043 di aplikasi Livin by Mandiri tertanggal 6 Februari 2026.
Banyak KPM yang menganggap ini sebagai tanda dimulainya pencairan serentak.
Namun, terdapat kejanggalan fatal pada penulisan nama bulan dalam foto tersebut.
Dalam bukti yang beredar, tertulis nama bulan Feburari, padahal standar penulisan pada aplikasi Livin by Mandiri yang asli adalah Februari.
Perbedaan kecil ini menjadi bukti kuat bahwa informasi yang tersebar adalah hoaks yang sengaja dibuat untuk memancing kegaduhan.
Hasil Cek Saldo Real-Time di Aplikasi Livin by Mandiri
Untuk memastikan fakta sebenarnya, pengecekan langsung dilakukan melalui akun KPM pada Jumat pagi, 6 Februari 2026, pukul 09:32 WIB.
Berdasarkan pantauan langsung di aplikasi digital KKS Merah Putih, saldo untuk bantuan BPNT maupun PKH terpantau masih Rp0 (kosong).
Hingga saat ini, belum ada dana masuk secara masif untuk pemegang kartu KKS Bank Mandiri.
KPM diimbau untuk tidak langsung mendatangi mesin ATM hanya berdasarkan postingan yang tidak jelas sumbernya.
Baru Bank BSI Wilayah Aceh
Sejauh ini, pencairan bansos 2026 yang terkonfirmasi baru dilakukan secara khusus di Bank BSI untuk wilayah Aceh.
Percepatan ini dilakukan oleh pemerintah sebagai langkah prioritas bagi daerah yang terdampak bencana. Hal ini sejalan dengan pernyataan Mensos Saifullah Yusuf di postingan Instagram Kemensos @kemensosri.
“Pada saat bencana Kemensos selalu ada dan memberikan bantuan sosial adaptif. Pelajaran pentingnya dari berbagai bencana, termasuk bencana Sumatera adalah kita harus lebih responsif,” jelas Mensos.
Untuk wilayah lain dan bank penyalur seperti BRI, BNI, dan Mandiri, status di sistem masih dalam tahap proses administrasi dan diharapkan segera rampung sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
Agar tidak terjebak informasi palsu, para penerima manfaat disarankan melakukan langkah-langkah berikut:
- Gunakan Aplikasi Resmi: Cek secara mandiri melalui mobile banking resmi masing-masing bank (seperti Livin by Mandiri, BRImo, atau BNI Mobile).
- Pantau SIKS-NG: Koordinasi dengan pendamping sosial setempat untuk melihat status terbaru di SIKS-NG yang sudah mencapai tahap SI (Standing Instruction).
- Jangan Berbagi Data: Hindari memberikan nomor kartu KKS atau PIN kepada pihak yang menjanjikan bantuan cair cepat.***
Editor : Alpin.