RADAR BOGOR - Kabar gembira datang bagi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).
Memasuki awal Februari 2026, bantuan sosial (bansos) PKH tahap pertama tahun ini dilaporkan mulai cair secara bertahap di sejumlah wilayah Indonesia.
Sejumlah penerima pun membagikan bukti pencairan bansos melalui media sosial dan grup percakapan.
Dilansir dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel, berdasarkan berbagai laporan yang beredar, pencairan bantuan PKH tahap 1 tahun 2026 mulai terpantau pada Jumat malam, 6 Februari 2026, khususnya bagi penerima yang menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank BRI.
Bukti Pencairan Mulai Bermunculan
Sejak Jumat malam, banyak penerima bantuan yang mengunggah tangkapan layar saldo masuk melalui aplikasi BRImo.
Salah satu laporan datang dari wilayah Madura, Jawa Timur.
Seorang penerima mengabarkan bahwa saldo sebesar Rp500.000 telah masuk ke rekening KKS miliknya sekitar pukul 21.12 WIB.
Tak hanya dari Jawa Timur, kabar serupa juga datang dari Palembang, Sumatera Selatan.
Seorang penerima mengonfirmasi bahwa dana PKH telah masuk sebesar Rp1.500.000 pada pukul 21.30 WIB melalui aplikasi perbankan digital.
Di wilayah lain, seperti Tangerang, Sumatera Barat, Manado, Sulawesi Utara, hingga Asahan, Sumatera Utara, penerima bantuan juga melaporkan saldo masuk dengan nominal yang bervariasi.
Ada yang menerima Rp600.000, Rp726.000, Rp850.000, Rp975.000, bahkan hingga Rp1.950.000.
Nominal Bantuan Beragam Sesuai Komponen
Perbedaan jumlah dana yang diterima disebabkan oleh komponen kepesertaan dalam program PKH. Bantuan diberikan sesuai kategori, seperti:
• Ibu hamil dan balita
• Anak SD, SMP, dan SMA
• Lansia
• Penyandang disabilitas
Beberapa penerima melaporkan menerima bantuan untuk komponen anak SD dan balita sebesar Rp975.000.
Sementara lainnya menerima bantuan gabungan dari beberapa komponen sehingga nominalnya lebih besar.
Ada pula penerima yang mengabarkan saldo masuk dalam jumlah kecil, seperti Rp87.000 atau Rp25.000, yang diduga merupakan sisa atau penyesuaian tahap sebelumnya.
Pencairan Masih Bertahap
Meski banyak laporan pencairan, tidak semua penerima langsung mendapatkan dana pada waktu yang sama.
Sejumlah warga mengungkapkan bahwa bantuan masih dicairkan secara bertahap.
Seorang penerima dari Tangerang menyebutkan bahwa pencairan baru terjadi pada sebagian KPM dan diharapkan akan merata pada malam hari atau keesokan paginya.
Hal serupa juga disampaikan oleh warga dari Sumatera Barat dan wilayah Cianjur, Jawa Barat, yang masih menunggu pencairan.
Imbauan untuk Cek Saldo Secara Berkala
Bagi penerima yang belum menerima bantuan, disarankan untuk rutin mengecek saldo melalui ATM BRI, aplikasi BRImo, atau langsung ke agen bank terdekat.
Pemerintah dan pihak perbankan biasanya menyalurkan bantuan secara bertahap untuk menghindari antrean panjang dan gangguan sistem.
Para penerima juga diminta bersabar dan melakukan pengecekan secara berkala dalam dua hingga tiga hari ke depan, terutama pada tanggal 7 Februari 2026 dan seterusnya.
Banyak penerima yang mengungkapkan rasa syukur setelah menerima bantuan.
Bantuan PKH tahap pertama ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan pokok di awal tahun.
Masyarakat juga diimbau untuk berhati-hati terhadap informasi yang belum terverifikasi.
Pastikan hanya mengikuti pengumuman resmi dari Kementerian Sosial, pendamping PKH, atau pihak bank penyalur agar terhindar dari kabar hoaks.
Bagi KPM yang belum menerima bantuan, disarankan untuk tetap tenang dan rutin memantau saldo.
Pemerintah menargetkan pencairan akan terus berlangsung hingga seluruh penerima mendapatkan haknya.***
Editor : Asep Suhendar