RADAR BOGOR - Kabar gembira menyelimuti para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai penjuru Indonesia.
Arus pencairan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) tahap pertama tahun 2026 menunjukkan pergerakan yang sangat signifikan, khususnya bagi para pemegang kartu KKS yang diterbitkan oleh Bank BRI, sebagaimana dikutip dari YouTube Arfan Saputra Channel.
Berdasarkan laporan valid dari berbagai wilayah per tanggal 6 Februari 2026 malam, dana bansos mulai masuk ke rekening penerima secara bertahap.
Baca Juga: Siapkan Anak Didik Lanjut Perguruan Tinggi, SMA Plus YPHB Kembali Lakukan Test TOEFL ITP
Di samping itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan, bantuan sosial adalah bentuk nyata tanggung jawab negara untuk melindungi rakyat, terutama yang paling membutuhkan.
"Mekanisme penyaluran bansos pada periode ini masih akan disalurkan melalui dua jalur, yakni perbankan milik pemerintah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia," kata Gus Ipul, dikutip dari laman resmi Kemensos.
1. Sebaran Wilayah Pencairan Bank BRI
Pencairan kali ini terpantau mulai merata di berbagai pulau, tidak hanya terpusat di satu titik. Berikut adalah beberapa wilayah yang telah mengonfirmasi masuknya saldo PKH:
• Jawa Timur: Laporan masif datang dari wilayah Madura.
• Jawa Barat: KPM di daerah Tangerang dan Cianjur mulai melaporkan saldo masuk.
• Sumatera: Wilayah Palembang, Sumatera Barat, dan Asahan tercatat sudah mulai mencairkan bantuan.
• Sulawesi: Laporan saldo masuk juga terkonfirmasi di wilayah Manado, Sulawesi Utara.
2. Rincian Nominal Berdasarkan Komponen
Besaran saldo yang masuk ke rekening KPM sangat bervariasi, disesuaikan dengan komponen anggota keluarga yang terdaftar dalam DTKS. Berikut adalah beberapa rincian nominal yang terpantau di lapangan:
• Rp225.000: Umumnya untuk komponen anak sekolah tingkat SD.
• Rp500.000 s.d. Rp600.000: Terpantau untuk komponen lansia atau anak sekolah tingkat menengah.
• Rp975.000: Merupakan kombinasi komponen, seperti satu anak balita dan satu anak sekolah SD.
• Rp1.500.000 s.d. Rp1.950.000: Dialokasikan bagi keluarga dengan komponen balita lebih dari satu atau kombinasi komponen pendidikan lainnya.
3. Kemudahan Pantau Saldo via Mobile Banking (BRImo)
Salah satu tren positif pada pencairan tahun 2026 ini adalah meningkatnya kesadaran KPM dalam menggunakan layanan perbankan digital.
Mayoritas bukti pencairan yang beredar merupakan hasil tangkapan layar dari aplikasi BRImo.
Baca Juga: Disdukcapil Kota Depok Ingatkan Warga Agar Waspada Penipuan dengan Modus Aktivitas IKD
Keuntungan menggunakan aplikasi mobile banking:
• Efisien: Anda tidak perlu keluar rumah atau antre di mesin ATM/Agen bank hanya untuk mengecek saldo.
• Real-Time: Informasi dana masuk dapat diketahui seketika (pukul 21.00 - 22.00 WIB terpantau sebagai jam produktif transfer dana).
• Keamanan: Mengurangi risiko kehilangan kartu KKS saat melakukan pengecekan berulang kali di tempat umum.
Perlu digarisbawahi, proses transfer dana dari pusat ke rekening individu dilakukan secara bertahap (termin).
Jika rekan satu wilayah Anda sudah menerima bantuan tapi saldo masih kosong, hal tersebut merupakan hal yang wajar.
Pastikan bantuan dipergunakan untuk kebutuhan pokok, pend
idikan, dan kesehatan keluarga sesuai peruntukannya.***
Editor : Asep Suhendar