RADAR BOGOR - Kabar baik bagi keluarga penerima manfaat (KPM) program bansos atau bantuan sosial.
Dilansir pada Sabtu, 7 Februari 2026, bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap pertama mulai dicairkan secara bertahap di sejumlah wilayah Indonesia.
Setelah sebelumnya pencairan diawali melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) di Provinsi Aceh, kini dua bank penyalur lainnya, yakni Bank BRI dan Bank Mandiri, turut menyalurkan bantuan sosial kepada KPM yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Pencairan PKH dan BPNT Tahap Awal Februari 2026
Pencairan yang berlangsung saat ini merupakan alokasi tahap pertama tahun 2026, mencakup periode Januari, Februari, dan Maret.
KPM diimbau untuk segera melakukan pengecekan saldo melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), baik melalui mesin ATM, mobile banking, maupun agen bank terdekat.
Penyaluran dilakukan secara bertahap, sehingga tidak semua wilayah maupun seluruh komponen bantuan cair secara bersamaan.
Update Pencairan PKH di Bank BRI
Berdasarkan laporan yang terhimpun sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi, Bank BRI mulai menyalurkan bantuan PKH di berbagai daerah.
Nominal bantuan yang diterima KPM bervariasi sesuai komponen kepesertaan, antara lain:
- Rp975.000 untuk komponen balita dan satu anak SD
- Rp1.500.000 untuk dua anak balita
- Rp750.000 untuk satu komponen balita
- Rp250.000 untuk satu anak SD
Wilayah yang terpantau menerima pencairan PKH melalui Bank BRI meliputi Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, serta sejumlah daerah lainnya.
Hingga saat ini, pencairan di Bank BRI masih didominasi bantuan PKH. Sementara itu, BPNT belum terpantau cair secara luas dan diperkirakan akan menyusul dalam beberapa waktu ke depan.
Bank Mandiri Mulai Salurkan PKH dan BPNT
Selain Bank BRI, Bank Mandiri juga mulai menyalurkan bantuan sosial sejak dini hari. Berbeda dengan BRI, di Bank Mandiri tercatat sudah ada KPM yang menerima bantuan PKH sekaligus BPNT.
Nominal bantuan yang terpantau masuk ke KKS Bank Mandiri antara lain:
- Rp600.000 untuk BPNT atau PKH lansia
- Rp975.000 untuk komponen balita dan satu anak SD
- Rp1.500.000 untuk dua anak balita
- Rp1.125.000 untuk kombinasi balita dan anak SMP
Pencairan ini berlaku bagi pemegang KKS lama maupun KKS baru.
Komponen Bantuan yang Dominan Cair
Pada tahap awal pencairan ini, bantuan PKH yang paling banyak diterima KPM berasal dari komponen:
- Anak balita
- Anak sekolah jenjang SD dan SMP
Sementara itu, komponen PKH lansia dan penyandang disabilitas masih terpantau terbatas. BPNT juga belum cair secara merata dan masih dalam proses bertahap.
Tiga Bank Penyalur Sudah Aktif, BNI Menyusul
Dengan dimulainya pencairan di Bank BSI, Bank BRI, dan Bank Mandiri, saat ini terdapat tiga bank penyalur yang sudah aktif menyalurkan bantuan sosial tahap pertama 2026.
Sementara itu, Bank BNI hingga 7 Februari 2026 belum menunjukkan tanda-tanda pencairan dan masih ditunggu realisasinya.
Daftar 30 Wilayah yang Mulai Cair PKH dan BPNT
Berikut sebagian wilayah yang terpantau mulai melakukan pencairan bantuan sosial melalui Bank BRI dan Bank Mandiri:
Wilayah Sulawesi
- Kabupaten Soppeng
- Kabupaten Wajo
- Kabupaten Pinrang
- Kabupaten Enrekang
- Kabupaten Luwu
- Tana Toraja
- Kolaka Timur
- Kabupaten dan Kota Gorontalo
- Gorontalo Utara
- Pasangkayu
- Polewali Mandar
- Kabupaten Buru
- Kabupaten Takalar
- Kabupaten Bone
- Kabupaten Morowali
- Kabupaten Toli-Toli
- Minahasa Utara
- Kota Manado
- Banggai
Wilayah Kalimantan
- Kotawaringin Timur
- Katingan
- Seruyan
- Sukamara
- Lamandau
- Pulang Pisau
- Kabupaten Tapin
- Kabupaten Nunukan
Wilayah Jawa dan Lainnya
- Kabupaten Nganjuk
- Kabupaten Bangkalan
- Kota Madiun
- Kota Kediri
- Bogor
- Garut
- Cianjur
- Sumedang
- Subang
- Cilacap
- Banyumas
- Kebumen
- Purworejo
- Grobogan
- Blora
- Pati
- Demak
- Temanggung
- Kendal
- Brebes
- Tegal
- Sleman
- Gunungkidul
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
Perlu dicatat, pencairan belum merata di seluruh wilayah dan masih berlangsung secara bertahap.
Imbauan untuk KPM
KPM diharapkan rutin melakukan pengecekan saldo KKS dan memastikan data kepesertaan tetap aktif.
Proses pencairan tahap pertama masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan hingga seluruh wilayah dan komponen bantuan tersalurkan.***
Editor : Eli Kustiyawati