RADAR BOGOR – Pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 1 tahun 2026 mulai menunjukkan perkembangan di lapangan.
Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank BRI dilaporkan telah menerima saldo bantuan secara bertahap sejak Jumat malam, 6 Februari 2026.
Informasi ini diperkuat oleh berbagai bukti transaksi berupa struk ATM dan tangkapan layar aplikasi BRImo yang memperlihatkan dana masuk ke rekening penerima pada jam yang berbeda-beda.
Hal tersebut menandakan bahwa proses penyaluran memang tidak dilakukan secara serentak.
Berdasarkan data yang beredar yang dilansir dari kanal Arfan Saputra Channel, pencairan PKH Tahap 1 tahun 2026 untuk KKS BRI telah terpantau di sejumlah wilayah dengan nominal yang bervariasi sesuai komponen bantuan.
Di Jawa Timur, khususnya wilayah Madura, tercatat saldo masuk sebesar Rp500.000 pada pukul 21.12 WIB.
Sementara itu, di Palembang terdapat penerima yang melaporkan pencairan sebesar Rp1.500.000 sekitar pukul 21.30 WIB.
Di wilayah Tangerang, bantuan PKH masuk dengan nominal Rp500.000 pada pukul 21.24 WIB.
Wilayah lain juga menunjukkan perkembangan serupa. Di Manado, Sulawesi Utara, bantuan untuk komponen anak SMA dan SD dilaporkan cair dengan total Rp726.000.
Sumatera Barat mencatat pencairan sebesar Rp850.000 pada pukul 21.32 WIB.
Di Kabupaten Asahan, bantuan untuk komponen anak SD masuk dengan nominal Rp225.000 sekitar pukul 21.00 WIB.
Sementara di Cianjur, penerima dengan komponen balita dan anak SD melaporkan saldo masuk sebesar Rp975.000 pada pukul 21.26 WIB.
Selain nominal per wilayah, terdapat pula laporan pencairan berdasarkan kategori komponen.
Untuk komponen balita dan anak SD, beberapa bukti menunjukkan dana yang diterima mencapai Rp975.000.
Ada pula pencairan dengan nominal lebih besar hingga Rp1.950.000, yang mengindikasikan penerima memiliki lebih dari satu komponen dalam satu keluarga.
Namun demikian, sebagian KPM menyampaikan bahwa meskipun saldo PKH sudah masuk dengan kisaran Rp870 ribuan, bantuan BPNT Tahap 1 tahun 2026 masih belum cair dan masih berstatus menunggu.
Perlu diketahui, Menteri Sosial Saifullah Yusuf melalui kanal YouTube Kemensos RI menegaskan bahwa bantuan sosial diberikan sebagai dukungan negara agar keluarga penerima dapat memenuhi kebutuhan dasar yang paling penting, seperti kebutuhan pangan, pendidikan anak, dan layanan kesehatan.
Oleh karena itu, dana yang diterima diharapkan dimanfaatkan secara bijak dan tepat sasaran, bukan untuk keperluan konsumtif yang tidak mendukung kesejahteraan keluarga.***
Editor : Eli Kustiyawati