RADAR BOGOR — Para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia diminta segera menyiapkan kartu KKS dan melakukan pengecekan saldo bansos mulai hari ini, Sabtu, 7 Februari 2026.
Setelah diawali oleh Bank BSI, kini giliran Bank BRI dan Bank Mandiri yang terpantau melakukan pencairan besar-besaran untuk bansos PKH dan BPNT tahap pertama alokasi Januari hingga Maret 2026.
Kabar bahagia menyelimuti penerima bansos di berbagai daerah. Melansir dari kanal YouTube Cek Bansos, berdasarkan laporan terkini, Bank BRI telah memulai proses transfer saldo PKH sejak Jumat malam.
Menyusul pada dini hari, Bank Mandiri juga mencairkan dana PKH dan BPNT secara bersamaan.
Setidaknya terdapat 30 wilayah yang melaporkan adanya saldo masuk, mulai dari Pulau Sulawesi (Gorontalo, Soppeng, Luwu), Kalimantan (Kotawaringin Timur, Nunukan), hingga wilayah Jawa (Nganjuk, Madiun, Bogor, Garut, hingga Sleman).
Jika Anda berada di wilayah tersebut, segera pastikan saldo melalui ATM atau mobile banking.
Rincian Saldo yang Masuk
Berdasarkan bukti transaksi (testimoni) dari sejumlah KPM, besaran nominal yang masuk bervariasi sesuai dengan komponen keluarga yang dimiliki. Berikut beberapa rincian dana yang sudah masuk ke rekening KKS:
- Komponen 2 anak balita: cair sebesar Rp1.500.000.
- Komponen balita dan 1 anak SMP: cair sebesar Rp1.125.000.
- Komponen balita dan 1 anak SD: cair sebesar Rp975.000.
- Komponen lansia/BPNT: terpantau saldo masuk senilai Rp600.000.
Pencairan ini menjadi rezeki awal tahun bagi warga yang terdaftar dalam data Desil 1 hingga Desil 4 di DTKS Kementerian Sosial.
Hal ini tidak lepas dari peran data yang akurat. Seperti yang ditegaskan Menteri Sosial Saifullah Yusuf melalui akun Instagram @kemensosri, data yang akurat menjadi kunci agar bantuan sosial tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
Bank BNI Masih Dinanti, KPM Diminta Bersabar
Berbeda dengan BRI, Mandiri, dan BSI yang sudah menunjukkan tanda pencairan, hingga saat ini pemegang KKS Bank BNI belum melaporkan adanya saldo masuk secara massal.
KPM pemegang kartu BNI diimbau tetap tenang dan tidak perlu terburu-buru mengecek ke mesin ATM berkali-kali guna menghindari antrean panjang atau risiko kartu tertelan.
Proses pencairan antarbank biasanya hanya berselisih hitungan hari, sehingga diharapkan Bank BNI segera menyusul dalam waktu dekat.
Pemerintah menyarankan para KPM lebih cerdas dalam melakukan pengecekan bantuan.
Alih-alih mengantre di ATM, Anda disarankan menggunakan layanan mobile banking seperti BRImo (BRI) atau Livin’ by Mandiri untuk memantau saldo dari rumah.
Apabila harus ke ATM atau agen bank, pastikan kartu KKS disimpan dengan baik dan tidak terkena magnet ponsel agar chip kartu tidak rusak.
Segera manfaatkan bantuan ini sesuai ketentuannya sebelum batas waktu penarikan berakhir.***
Editor : Eli Kustiyawati