Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Akhirnya Mulai Cair! Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 2026 Masuk Rekening Sejak 7 Februari, Bank dan Wilayah Ini Paling Dulu Salurkan Dana

Ira Yulia Erfina • Minggu, 8 Februari 2026 | 04:49 WIB
Ilustrasi penyaluran bansos PKH dan BPNT
Ilustrasi penyaluran bansos PKH dan BPNT

RADAR BOGOR – Pencairan bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT tahap 1 untuk alokasi Januari, Februari, dan Maret 2026 mulai menunjukkan progres nyata per 7 Februari 2026.

Penyaluran dilakukan secara bertahap melalui sejumlah bank penyalur resmi, dengan pola pencairan yang berbeda di setiap lembaga perbankan dan wilayah.

Kondisi ini menandakan bahwa proses termin awal telah berjalan, meskipun belum merata ke seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Indonesia.

1. Perkembangan pencairan berdasarkan bank penyalur per 7 Februari 2026

Dilansir dari kanal Cek Bansos, Bank BRI terpantau menjadi salah satu bank yang paling masif menyalurkan dana PKH sejak malam hari sebelumnya.

Hingga tanggal tersebut, pencairan di BRI masih didominasi oleh bantuan PKH, sementara laporan dana BPNT yang masuk ke rekening KKS BRI masih tergolong terbatas.

Berbeda dengan BRI, Bank Mandiri mulai menyalurkan bantuan sejak dini hari dengan kondisi yang lebih variatif karena baik PKH maupun BPNT sudah sama-sama terdeteksi cair.

Bahkan, terdapat laporan saldo bantuan sebesar Rp600.000 yang masuk ke rekening penerima, yang diduga berasal dari BPNT atau komponen PKH lansia.

Sementara itu, Bank BSI dilaporkan sudah lebih dulu mencairkan bantuan, terutama untuk wilayah Aceh.

Adapun Bank BNI hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda pencairan, baik untuk PKH maupun BPNT, sehingga KPM pemegang KKS BNI masih perlu bersabar menunggu giliran.

2. Rincian nominal bantuan dan komponen PKH yang telah masuk rekening KPM

Sejumlah laporan pencairan menunjukkan variasi nominal bantuan yang disesuaikan dengan komponen kepesertaan PKH.

Nominal Rp975.000 dilaporkan cair untuk kombinasi komponen balita dan satu anak jenjang SD.

Bantuan sebesar Rp1.500.000 diterima oleh KPM dengan dua komponen balita, khususnya pemegang KKS terbitan 2023.

Selain itu, terdapat pencairan Rp750.000 untuk komponen balita pada KKS lama, serta Rp250.000 untuk komponen anak SD pada KKS tahun 2020.

Nominal Rp600.000 juga dilaporkan masuk ke rekening penerima, yang diduga berasal dari BPNT atau komponen PKH lansia.

Sementara itu, kombinasi komponen balita dan satu anak SMP tercatat menerima bantuan sebesar Rp1.125.000.

Secara umum, pencairan tahap awal ini masih didominasi oleh komponen anak sekolah tingkat SD dan SMP serta balita, sedangkan komponen lansia dan disabilitas masih relatif sedikit yang masuk ke rekening penerima.

3. Sebaran wilayah yang telah melaporkan pencairan bantuan

Penyaluran bantuan PKH dan BPNT tahap 1 telah dilaporkan masuk di sekitar 30 wilayah yang tersebar di berbagai provinsi.

Di wilayah Sulawesi, pencairan terpantau di Kabupaten Soppeng, Wajo, Pinrang, Enrekang, Luwu, Tana Toraja, Kolaka Timur, Takalar, dan Bone.

Selain itu, wilayah Gorontalo meliputi kabupaten dan kota, Gorontalo Utara, serta Pohuwato.

Sulawesi Barat juga melaporkan pencairan di Pasangkayu dan Polewali Mandar, sementara Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara mencakup Minahasa Utara, Kota Manado, Banggai, Toli-Toli, dan Morowali.

Di wilayah Kalimantan, bantuan dilaporkan cair di Kotawaringin Timur, Katingan, Seruyan, Sukamara, Lamandau, Pulang Pisau, Tapin, dan Nunukan. Untuk Pulau Jawa, Jawa Timur mencatat pencairan di Nganjuk, Bangkalan, Kota Madiun, dan Kota Kediri.

Jawa Barat meliputi Bogor, Garut, Cianjur, Sumedang, dan Subang. Jawa Tengah dan DIY menjadi wilayah dengan sebaran cukup luas, antara lain Cilacap, Banyumas, Kebumen, Purworejo, Grobogan, Blora, Pati, Demak, Temanggung, Kendal, Brebes, dan Tegal, serta Kabupaten Sleman dan Gunungkidul.

Selain itu, pencairan juga dilaporkan di Kabupaten Buru, Maluku, serta wilayah NTB dan NTT yang didominasi oleh penyaluran melalui Bank BRI.

Dilansir dari laman resmi kemensos.go.id, untuk memastikan status penerimaan bantuan sosial PKH dan BPNT, Keluarga Penerima Manfaat dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui sistem cek bansos yang disediakan oleh Kementerian Sosial.

Proses pengecekan dilakukan dengan mengakses menu pencarian bantuan, kemudian memilih wilayah sesuai data administrasi mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa atau kelurahan.

Setelah itu, penerima memasukkan nama lengkap sesuai KTP, mengisi kode verifikasi yang tersedia, lalu menampilkan hasil pencarian.

Sistem akan menampilkan informasi apakah nama yang bersangkutan terdaftar sebagai penerima bantuan, termasuk jenis bantuan yang diterima dan status penyalurannya.

Pengecekan ini dianjurkan dilakukan secara berkala karena data penerima dan status pencairan dapat diperbarui sesuai proses verifikasi dan penyaluran yang sedang berjalan.***

Editor : Eli Kustiyawati
#bpnt #kpm #bansos #pkh #pencairan bantuan sosial