RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) tahap 1 tahun 2026 resmi dimulai. Program bantuan yang disalurkan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Sembako.
Penyaluran bansos dilakukan secara bertahap melalui bank-bank yang tergabung dalam Himbara, yakni BRI, BNI, Mandiri, dan BSI.
Dilansir dari YouTube Pendamping Sosial, hingga awal Februari 2026, laporan pencairan menunjukkan bahwa bansos sudah mulai cair secara merata di berbagai wilayah, meskipun sebagian penerima masih perlu menunggu pencairan susulan.
Update Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 2026
Berdasarkan data pencairan terbaru, bantuan sosial tahap 1 tahun 2026 mulai masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sejak 7–8 Februari 2026.
Berikut gambaran pencairan di masing-masing bank:
- Bank BRI
Bantuan BPNT tahap 1 dengan nominal Rp600.000 sudah dapat ditarik.
Selain itu, bantuan PKH juga mulai cair dengan nominal bervariasi, salah satunya mencapai Rp975.000, tergantung komponen yang dimiliki penerima.
- Bank BNI
Pada tahap ini, pencairan dilakukan bersamaan dengan bank lain.
Nominal bantuan PKH yang masuk umumnya sekitar Rp1.000.000, yang bisa dipengaruhi sisa saldo dari pencairan sebelumnya.
- Bank Mandiri
Pencairan mulai tercatat sejak 7 Februari 2026 dengan nominal mencapai Rp1.600.000, menyesuaikan jumlah komponen PKH yang diterima.
- Bank BSI
Menjadi salah satu bank yang lebih awal menyalurkan bantuan pada tahap 1 tahun 2026.
Bagi penerima yang saat ini belum melihat saldo masuk ke KKS, disarankan untuk mengecek kembali secara berkala karena pencairan dilakukan bertahap.
Pentingnya Mengatur Sisa Saldo KKS
Rekening KKS merupakan rekening khusus bansos yang tidak dikenakan biaya administrasi bulanan.
Oleh karena itu, saldo boleh dikosongkan atau disisakan dalam jumlah kecil. Disarankan agar sisa saldo tidak terlalu besar agar tidak terbaca di sistem sebagai bantuan yang belum ditarik sepenuhnya.
Masih Ada Pencairan Susulan Tahap 1
Penyaluran bansos tahap 1 tahun 2026 belum sepenuhnya tuntas. Dari target sekitar 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), baru sekitar 8,8 juta KPM yang tercatat telah menerima bantuan.
Artinya, masih ada lebih dari 1 juta KPM yang akan menerima pencairan susulan, yang umumnya dilakukan dalam rentang waktu sekitar satu bulan setelah pencairan awal.
Rincian Nominal Bantuan PKH Tahun 2026
Berikut besaran bantuan PKH tahap 1 tahun 2026 berdasarkan komponen:
- Ibu hamil: Rp750.000 per tahap (Rp3.000.000 per tahun)
- Anak usia dini (0–6 tahun): Rp750.000 per tahap (Rp3.000.000 per tahun)
- Anak SD/sederajat: Rp225.000 per tahap (Rp900.000 per tahun)
- Anak SMP/sederajat: Rp375.000 per tahap (Rp1.500.000 per tahun)
- Anak SMA/SMK/sederajat: Rp500.000 per tahap (Rp2.000.000 per tahun)
- Lansia (prioritas usia 70 tahun ke atas): Rp600.000 per tahap (Rp2.400.000 per tahun)
- Penyandang disabilitas berat: Rp600.000 per tahap (Rp2.400.000 per tahun)
Baca Juga: Kabar Gembira, 8.394 Peserta Bansos PBI JK Kini Sudah Aktif Kembali, Begini Cara Mudah Reaktivasinya
Jika satu keluarga memiliki lebih dari satu komponen, maka nominal bantuan akan diakumulasikan sesuai jumlah komponen yang terdaftar.
Nominal Bantuan BPNT Tahap 1 2026
Untuk BPNT atau Program Sembako, seluruh penerima mendapatkan bantuan dengan nominal yang sama, yaitu:
- Rp600.000 per tahap
- Tidak ada pembagian komponen pada bantuan BPNT.
- Langkah Jika Bantuan Tidak Sesuai atau Belum Cair
Apabila nominal bantuan yang diterima tidak sesuai dengan komponen yang dimiliki, atau salah satu komponen belum cair, penerima disarankan untuk:
- Memastikan status kepesertaan masih aktif
- Melakukan pengecekan data kependudukan dan pendidikan
- Melakukan sinkronisasi data sekolah jika berkaitan dengan komponen anak sekolah
Pencairan bansos tahap 1 tahun 2026 masih terus berlangsung. Oleh karena itu, penerima diimbau untuk tetap bersabar dan rutin mengecek saldo KKS hingga seluruh proses penyaluran selesai.***
Editor : Eli Kustiyawati