Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

1,2 Juta KPM Masuk Daftar Susulan! Lakukan Ini Jika Saldo Bansos PKH BPNT Tahap 1 di KKS Masih Kosong Per 8 Februari

Kholikul Ihsan • Minggu, 8 Februari 2026 | 18:27 WIB
Ilustrasi. KKS milik KPM bansos PKH BPNT.
Ilustrasi. KKS milik KPM bansos PKH BPNT.

RADAR BOGOR - Jangan panik jika saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Anda masih menunjukkan angka nol di tengah kabar pencairan bansos PKH BPNT merata hari ini, Minggu 8 Februari 2026. 

Meskipun Bank BRI, BNI, Mandiri, dan BSI telah menyalurkan bansos PKH BPNT secara masif, data Kementerian Sosial mengonfirmasi adanya jeda waktu bagi jutaan penerima yang masuk dalam daftar gelombang susulan. 

Segera lakukan pengecekan status secara mandiri untuk memastikan Anda tidak terhapus dari daftar penerima bansos PKH BPNT tahun ini.

Dilansir dari channel YouTube Pendamping Sosial, berdasarkan surat Kemensos mengenai penyaluran Bansos Tahap 1 2026, dari total target 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), baru sekitar 8,8 juta KPM yang dananya telah diterbitkan perintah pencairannya (Standing Instruction).

Artinya, masih terdapat sekitar 1,2 juta KPM yang akan menerima bantuan pada gelombang susulan. Jarak antara pencairan utama dan susulan ini biasanya memakan waktu sekitar satu bulan. 

Jika KKS Anda masih kosong, besar kemungkinan nama Anda masuk dalam daftar antrian gelombang kedua atau sedang dalam proses verifikasi ulang data Dapodik untuk komponen anak sekolah.

Mengapa Saldo KKS Sebaiknya Dikosongkan?

Terdapat himbauan penting dari para pendamping sosial mengenai cara penarikan bantuan. Berbeda dengan rekening bank pada umumnya, rekening bansos tidak membebankan biaya administrasi bulanan kepada pemiliknya.

Sehubungan dengan hal itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi penyalurannya.

“Kita harus sama-sama kawal ini bisa diterima dengan tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat sasaran,” ajak Mensos dalam video unggahan YouTube Kemensos RI.

Para KPM sangat disarankan untuk menarik saldo hingga minim (menyisakan Rp10.000 - Rp20.000 saja).

Mengapa demikian? Jika saldo dibiarkan mengendap dalam jumlah besar (di atas Rp100.000) dalam waktu lama, sistem pusat dapat mendeteksi bahwa bantuan tersebut tidak digunakan atau penerima dianggap sudah mampu. Hal ini berisiko menyebabkan nama Anda tidak masuk dalam daftar pencairan di tahap berikutnya.

Rincian Nominal PKH dan BPNT yang Harus Diterima

Agar Anda bisa menghitung dengan tepat sebelum ke ATM, berikut adalah rincian nominal bantuan per tahap (Januari-Maret 2026):

 - BPNT (Sembako): Cair seragam sebesar Rp600.000.

 - PKH Ibu Hamil dan Balita: Sebesar Rp750.000.

 - PKH Siswa SD: Sebesar Rp225.000.

 - PKH Siswa SMP: Sebesar Rp375.000.

 - PKH Siswa SMA: Sebesar Rp500.000.

 - PKH Lansia dan Disabilitas: Sebesar Rp600.000.

Jika Anda menerima total dana yang tidak sesuai dengan jumlah komponen keluarga (dana anak SMA tidak masuk), segera lapor ke pendamping sosial untuk pengecekan sinkronisasi data Dapodik sekolah anak Anda.

Apabila hingga akhir bulan ini saldo tetap tidak masuk, segera lakukan langkah-langkah berikut:

 - Koordinasi dengan Pendamping: Minta bantuan untuk cek aplikasi SIKS-NG guna melihat apakah status Anda masih Ya sebagai penerima.

Baca Juga: Forkompimda Kota Depok Bersih-Bersih Ikuti Arahan Presiden Prabowo, Ragam Sampah Ditemukan dan Kursi Reyod Jadi Candaan

 - Cek Dapodik Sekolah: Bagi yang memiliki komponen anak sekolah, pastikan data NIK anak di sekolah sudah sinkron dengan Dukcapil.

 - Pengecekan Rekening: Pastikan kartu KKS Anda tidak rusak atau terblokir karena salah memasukkan PIN berkali-kali.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bpnt #bansos #pkh