Info Bansos Hari Ini: Instruksi Penarikan Saldo PKH BPNT, Update Wilayah Pencairan hingga Prediksi Bantuan Tambahan
Kholikul Ihsan• Senin, 9 Februari 2026 | 05:33 WIB
Ilustrasi KPM akan mencairkan saldo bansos.
RADAR BOGOR - Para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diminta untuk segera bertindak cepat mengecek kartu KKS mereka hari ini. Pasalnya, proses transfer besar-besaran untuk BPNT Tahap 1 dan PKH 2026 telah resmi dimulai melalui Bank BNI dan BSI.
Namun, ada aturan main baru yang wajib dipatuhi, saldo bansos yang sudah masuk harus segera ditarik dalam waktu singkat atau Anda berisiko kehilangan bantuan tersebut karena akan dikembalikan ke kas negara.
Segera datangi ATM atau agen bank terdekat jika anda telah menerima notifikasi saldo masuk, karena di balik pencairan tunai ini, pemerintah juga telah mengunci daftar penerima bansos pangan tambahan yang diprediksi akan disalurkan mulai bulan depan.
Dilansir dari kanal YouTube Cek Bansos, Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan imbauan tegas bagi seluruh KPM di tahun 2026 ini. Jika saldo BPNT atau PKH Anda sudah ter top-up ke dalam kartu KKS, dana tersebut tidak boleh didiamkan sebagai tabungan. Berdasarkan kebijakan terbaru, KPM hanya diberikan waktu maksimal 30 hari untuk melakukan transaksi penarikan.
Jika dalam periode tersebut saldo masih mengendap, sistem akan mencatat akun tersebut sebagai tidak aktif atau tidak membutuhkan, yang mengakibatkan dana ditarik kembali secara otomatis ke kas negara. Pastikan Anda menarik seluruh bantuan hingga saldo nol untuk menjamin kelangsungan bantuan Anda di tahap berikutnya.
Berdasarkan pantauan per Minggu, 8 Februari 2026, wilayah Aceh kembali menjadi yang terdepan melalui penyaluran Bank BSI dengan nominal BPNT murni sebesar Rp600.000. Sementara itu, laporan penarikan dana di Bank BNI mulai membanjiri wilayah Jawa Barat (Indramayu), Jakarta (Mampang), hingga Sulawesi Tengah (Sigi, Palu).
Data di lapangan menunjukkan berbagai komponen PKH juga ikut cair bersamaan. Salah satu KPM kategori lansia melaporkan penarikan sebesar Rp600.000, sementara kategori balita sukses mencairkan Rp750.000. Bagi nasabah Bank BRI dan Bank Mandiri, proses standing instruction (SI) dilaporkan terus berjalan dan pencairan diprediksi merata di seluruh Indonesia dalam hitungan hari.
Tidak berhenti di bantuan tunai, pemerintah telah menganggarkan stimulus ekonomi tambahan guna menekan inflasi pangan di kuartal pertama 2026. Kabar bahagia ini dikhususkan bagi KPM yang masuk dalam kategori Desil 1 hingga Desil 4. Sesuai rilis Badan Pangan Nasional, akan ada bantuan pangan tambahan berupa:
- Beras Sejahtera: Total 20 kg (alokasi Februari-Maret).
- Minyak Goreng: Total 4 liter.
Bantuan fisik ini dijadwalkan mulai didistribusikan secara bertahap pada pertengahan Maret 2026. Penambahan kuota penerima hingga 33,2 juta KPM ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan ketahanan pangan tingkat rumah tangga tetap terjaga.
Perlu diperhatikan, Mensos, Saifullah Yusuf atau yang akab disapa Gus Ipul melarang bansos untuk dipindahtangankan atau diperjualbelikan.
“Bantuan tidak boleh diperjualbelikan, dipindahtangankan atau dipotong oleh pihak manapun,” kata Gus Ipul sebagaimana dikutip dari akun instagram @kemensosri, Senin, 9 Februari 2026.
Untuk mengetahui apakah anda berhak mendapatkan tambahan beras dan minyak bulan depan, pastikan status kepesertaan anda di DTKS masih dalam posisi Ya atau Pengurus.
KPM bisa melakukan pengecekan mandiri melalui aplikasi Cek Bansos atau menanyakan langsung pada pendamping sosial di desa/kelurahan setempat mengenai status desil ia mereka miliki.***