Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 Masih Terus Cair Bertahap ke KKS Himbara Disertai Bantuan Tambahan Beras dan Minyak, Simak Kabar Baik untuk KPM

Ira Yulia Erfina • Senin, 9 Februari 2026 | 12:56 WIB
Ilustrasi penyaluran bansos kepada keluarga penerima manfaat.
Ilustrasi penyaluran bansos kepada keluarga penerima manfaat.

RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT Tahap 1 Tahun 2026 mulai menunjukkan progres positif di berbagai wilayah, dan tidak menutup kemungkinan di Bogor, Jawa Barat.

Per 8 Februari 2026, dana bantuan dilaporkan sudah masuk secara bertahap ke Kartu Keluarga Sejahtera milik Keluarga Penerima Manfaat melalui bank penyalur Himbara. 

Proses penyaluran dilakukan secara termin sehingga waktu penerimaan antar wilayah dan antar bank tidak seragam, tergantung pada status masing-masing penerima di sistem SIKS-NG.

Dilansir dari kanal Diary Bansos per 9 Februari 2026, dalam proses penyaluran ini, status kepesertaan menjadi faktor penting. 

KPM yang tercatat berstatus aktif atau Standing Instruction di sistem umumnya masuk dalam daftar salur, sedangkan penerima dengan kendala seperti gagal cek rekening dipastikan belum bisa menerima bantuan hingga permasalahan administrasi diselesaikan. 

Oleh karena itu, meskipun sebagian saldo sudah masuk, masih banyak KPM yang perlu menunggu giliran pencairan berikutnya.

Untuk penyaluran melalui Bank BNI, saldo bantuan PKH terpantau mulai terisi sejak malam hari sebelumnya. Nominal yang masuk bervariasi sesuai komponen kepesertaan, di antaranya Rp250.000, Rp450.000, hingga Rp600.000. 

Sementara itu, bantuan BPNT di BNI dilaporkan belum seluruhnya masuk dan diperkirakan akan menyusul dalam tahap lanjutan. 

Kondisi ini berbeda dengan wilayah Aceh yang menggunakan Bank BSI, di mana BPNT sebesar Rp600.000 sudah mulai diterima, bersamaan dengan pencairan PKH yang juga berjalan bertahap.

Adapun melalui Bank BRI dan Bank Mandiri, penyaluran PKH dan BPNT juga sudah berlangsung secara perlahan. 

Beberapa KPM telah menerima dana bantuan, sementara sebagian lainnya masih menunggu karena proses distribusi dilakukan secara bertingkat sesuai jadwal internal bank dan data pusat. 

Situasi ini menunjukkan bahwa secara nasional, pencairan Tahap 1 masih terus berjalan dan belum sepenuhnya rampung.

Selain bantuan tunai, pemerintah juga menyiapkan bantuan pangan tambahan untuk periode Februari hingga Maret 2026. Program ini menyasar sekitar 33,2 juta KPM dengan tujuan menjaga daya beli masyarakat serta mengendalikan inflasi pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri. 

Bantuan yang disalurkan berupa beras sebanyak 10 kilogram per bulan dan minyak goreng merek Minyakita sebanyak 2 liter per bulan. Apabila disalurkan sekaligus untuk dua bulan, maka setiap KPM berpotensi menerima total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

Penyaluran bantuan pangan tersebut direncanakan dilakukan melalui PT Pos Indonesia atau langsung oleh Perum Bulog di tingkat desa dan kelurahan. 

KPM diminta menunggu informasi resmi berupa surat undangan atau pemberitahuan dari aparat setempat terkait waktu dan lokasi pengambilan bantuan, agar penyaluran dapat berjalan tertib dan tepat sasaran

Sejumlah laporan penerimaan dari berbagai daerah juga menunjukkan bahwa pencairan memang sudah berjalan. Di wilayah Tamiang, bantuan BPNT melalui BSI dilaporkan telah diterima sebesar Rp600.000. 

Sementara itu di Pekalongan, KPM pemilik KKS lama tercatat menerima bantuan PKH dengan total mendekati satu juta rupiah sesuai komponen pendidikan yang terdaftar.

Namun di beberapa daerah seperti Surabaya, saldo bantuan masih belum menunjukkan perubahan, menandakan proses penyaluran masih berlangsung.

Imbauan untuk KPM, seperti yang dilansir dari laman resmi kemensos.go.id, untuk mengecek status penerimaan bantuan sosial PKH atau BPNT, masyarakat dapat mengakses laman resmi Kementerian Sosial melalui kemensos.go.id dengan memilih menu cek bansos. 

Setelah halaman terbuka, pengguna diminta menentukan wilayah domisili mulai dari provinsi, kabupaten atau kota, kecamatan, hingga desa atau kelurahan, kemudian memasukkan nama lengkap sesuai KTP. 

Selanjutnya, kode verifikasi yang tampil perlu diisikan dengan benar sebelum menekan tombol pencarian. 

Sistem akan menampilkan informasi apakah nama yang dimasukkan terdaftar sebagai penerima bantuan, termasuk jenis bansos dan tahap penyalurannya, sehingga masyarakat dapat memastikan status kepesertaan secara mandiri dan akurat.***

Editor : Asep Suhendar
#bogor #bpnt #bansos #pkh