RADAR BOGOR - Bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 1 tahun 2026 terus disalurkan secara bertahap hingga 8 Februari 2026.
Dilansir dari YouTube Arfan Saputra Channel, sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melaporkan saldo masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp75.000 hingga Rp1,5 juta, sesuai komponen penerima.
Pencairan ini mencakup berbagai kategori penerima, seperti anak balita, anak sekolah, lansia, hingga kombinasi beberapa komponen dalam satu keluarga.
Selain itu, pencairan terjadi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
Daftar Update Pencairan PKH per 8 Februari 2026
1. Saldo Masuk untuk Anak Balita dan Anak Sekolah
Beberapa laporan menunjukkan pencairan untuk komponen anak balita dan anak sekolah telah masuk ke rekening KKS.
- Saldo Rp975.000 tercatat masuk pada 8 Februari 2026 untuk komponen anak balita dan anak SD.
- Saldo Rp750.000 dilaporkan untuk komponen balita di wilayah Surabaya.
- Saldo Rp225.000 untuk anak SD juga dilaporkan pada KKS baru terbitan tahun 2025.
- Saldo Rp1.500.000 masuk untuk dua komponen balita dalam satu keluarga.
- Saldo Rp950.000 tercatat untuk komponen anak SMA dan dua anak SD dalam satu keluarga.
Nominal tersebut menunjukkan bahwa besaran dana yang diterima menyesuaikan jumlah komponen penerima yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
2. Pencairan PKH Lansia
Komponen lansia juga dilaporkan mulai cair di sejumlah wilayah.
Saldo Rp600.000 dilaporkan masuk untuk komponen lansia pada KKS lama tahun 2018 dan 2020.
Nominal Rp600.000 juga tercatat masuk di wilayah Sukabumi, Tangerang, dan Cimahi.
Beberapa penerima telah melakukan tarik tunai dana bantuan pada hari yang sama.
3. Pencairan pada KKS Lama dan KKS Baru
Pencairan PKH tahap 1 tahun 2026 tidak hanya terjadi pada KKS baru, tetapi juga pada kartu lama.
KKS terbitan 2017, 2018, dan 2020 dilaporkan menerima saldo bantuan.
KKS baru terbitan 2025 juga sudah menerima pencairan untuk komponen anak sekolah.
Hal ini menunjukkan bahwa penerima lama dan penerima baru tetap mendapatkan bantuan selama masih terdaftar sebagai KPM aktif.
4. Wilayah yang Melaporkan Pencairan
Pencairan PKH dilaporkan terjadi di berbagai wilayah Indonesia, antara lain:
- Jawa Barat: Garut, Tasikmalaya, Sukabumi, Cimahi, Bandung, Cirebon, dan Kabupaten Bandung Barat.
- Banten: Serang dan Tangerang.
- Jawa Tengah: Pekalongan.
- Jawa Timur: Surabaya.
Pencairan dilakukan secara bertahap, sehingga setiap daerah dapat menerima dana pada waktu yang berbeda.
Nominal Bantuan PKH Tahap 1 Tahun 2026
Besaran bantuan PKH yang diterima KPM bergantung pada komponen yang terdaftar, antara lain:
- Anak balita dan ibu hamil.
- Anak sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA.
- Lansia dan penyandang disabilitas berat.
Nominal bantuan dapat mencapai lebih dari Rp1 juta jika dalam satu keluarga terdapat beberapa komponen penerima sekaligus.
Cara Mengecek Pencairan PKH
KPM dapat mengecek pencairan bantuan dengan beberapa cara, yaitu:
- Melalui ATM bank penyalur dengan menggunakan KKS.
- Melalui aplikasi mobile banking sesuai bank penyalur.
- Melalui agen bank atau e-warong yang bekerja sama dengan pemerintah.
Disarankan untuk mengecek saldo secara berkala karena pencairan dilakukan bertahap dan tidak serentak.
Pencairan BPNT Menyusul
Setelah pencairan PKH, bantuan pangan non tunai (BPNT) biasanya disalurkan secara terpisah.
KPM diimbau untuk terus memantau informasi resmi terkait jadwal pencairan BPNT tahap berikutnya.
Pencairan bantuan sosial PKH tahap 1 tahun 2026 per 8 Februari masih terus berlangsung di berbagai wilayah Indonesia.
Nominal bantuan yang masuk ke KKS bervariasi sesuai komponen penerima dan jumlah anggota keluarga yang terdaftar.
KPM yang belum menerima bantuan diimbau untuk melakukan pengecekan saldo secara berkala karena proses penyaluran dilakukan secara bertahap.***
Editor : Eli Kustiyawati