Laporan Terkini Pencairan Bansos BPNT Tahap 1 2026, KPM di Wilayah Jawa Barat Ini Mulai Lakukan Penarikan Tunai di ATM
Mutia Tresna Syabania• Selasa, 10 Februari 2026 | 17:24 WIB
Ilustrasi penarikan saldo bansos melalui mesin ATM.
RADAR BOGOR - Memasuki pertengahan Februari, bantuan sosial BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) alokasi tahap pertama tahun 2026 telah resmi disalurkan melalui Bank Mandiri.
Dikutip dari YouTube Arfan Saputra Channel, berdasarkan pantauan langsung di lapangan, khususnya di wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat pencairan bansos sedang berlangsung.
Pada tanggal 10 Februari 2026, terpantau banyak warga mulai melakukan penarikan dana di jaringan ATM Link (ATM Bersama) maupun mesin ATM BRI dengan menggunakan kartu KKS Bank Mandiri.
Hasil pengecekan pada beberapa kartu KKS milik warga menunjukkan adanya saldo masuk sebesar Rp600.000.
Nominal ini merupakan akumulasi bantuan untuk tiga bulan (Januari, Februari, Maret 2026).
Penarikan tunai dapat dilakukan secara lancar, membuktikan, dana sudah berada dalam posisi Standing Instruction (SI) dan siap digunakan oleh masyarakat.
2. Dinamika Pencairan: Harapan Baru bagi KPM yang Sempat Terhenti
Salah satu poin menarik dalam pencairan kali ini adalah adanya KPM yang pada tahap ke-4 tahun 2025 lalu bantuannya sempat tidak cair, namun kini di tahap pertama tahun 2026 bantuan mereka kembali tersalurkan.
Hal ini menjadi bukti nyata status kepesertaan bansos bersifat dinamis. Berikut beberapa temuan di lapangan:
• KKS Keluaran 2017 s.d. 2021: Terpantau rata mencairkan dana tanpa kendala.
• KPM "Tahap Susulan": Warga yang sebelumnya gagal cair karena proses pemutakhiran data, alhamdulillah kembali menerima haknya di awal tahun ini.
• KPM Desil 6: Meski tercatat dalam kategori desil yang lebih tinggi dalam profil sosial ekonomi, terpantau beberapa KPM masih berhasil mencairkan bantuan BPNT.
3. Mengapa Bantuan Bisa Cair Lagi Setelah Sempat Berhenti?
Penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa pemerintah melakukan pemutakhiran data setiap tiga bulan sekali. Kondisi ekonomi yang berubah-ubah membuat data KPM selalu dievaluasi.