Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menteri Sosial Saifullah Yusuf Ungkap 45 Persen Bansos Dinilai Banyak Tidak Tepat Sasaran dari Dua Program Bantuan Ini

Eli Kustiyawati • Rabu, 11 Februari 2026 | 08:57 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam Rapat dengan DPR membahas program bansos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam Rapat dengan DPR membahas program bansos

RADAR BOGOR - Distribusi bantuan sosial atau bansos di Indonesia kembali menjadi sorotan. Data terbaru menunjukkan sekitar 45 persen penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako dinilai tidak tepat sasaran.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di depan para DPR saat rapat.

"Program PKH dan bantuan sembako yang melalui Kementerian Sosial itu ditengarai 45% tidak tepat sasaran," kata Menteri Sosial Gus Ipul, dikutip dari YouTube TVR Parlemen.

Kondisi ini mengindikasikan masih adanya masalah serius dalam pendataan penerima manfaat atau KPM.

Ketidaktepatan sasaran tersebut dinilai berdampak pada efektivitas program perlindungan sosial.

Sejumlah kelompok yang seharusnya menjadi prioritas justru belum terjangkau, sementara kelompok yang relatif mampu masih tercatat sebagai penerima bantuan.

Penerima Bantuan Kesehatan Dinilai Tidak Akurat

Masalah serupa juga terjadi pada bantuan iuran jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin. Tercatat lebih dari 15 juta penduduk dari kelompok menengah hingga mampu masih menerima bantuan tersebut.

Di sisi lain, sekitar 54 juta warga miskin dan rentan belum tercatat sebagai penerima bantuan iuran jaminan kesehatan. Ketimpangan ini menunjukkan perlunya pembaruan data sosial secara menyeluruh.

Ketimpangan Data Desil Kesejahteraan

Berdasarkan pemetaan tingkat kesejahteraan masyarakat, masih banyak penduduk pada kelompok desil bawah yang belum menerima bantuan.

Sebaliknya, sebagian penduduk pada kelompok desil menengah hingga atas masih terdaftar sebagai penerima.

Situasi ini menggambarkan bahwa perlindungan sosial masih lebih banyak dinikmati kelompok yang lebih mampu dibandingkan masyarakat miskin dan rentan.

Pembaruan Data Bansos Dilakukan Berkala

Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah melakukan konsolidasi data bersama lembaga statistik dan pemerintah daerah. Pemutakhiran data dilakukan secara berkala setiap tiga bulan agar bansos dapat lebih tepat sasaran.

Langkah pembaruan data ini diharapkan mampu memperbaiki sistem distribusi bansos, sehingga program perlindungan sosial dapat berjalan lebih adil dan efektif.

Harapan Perbaikan Distribusi Bantuan

Ketidaktepatan sasaran bansos menjadi tantangan besar dalam kebijakan sosial nasional.

Dengan pembaruan data yang konsisten, bansos seperti PKH, bantuan sembako, dan bantuan iuran jaminan kesehatan diharapkan dapat benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.***

Editor : Eli Kustiyawati
#program perlindungan sosial #kpm #bansos #Distribusi bantuan sosial #Menteri Sosial Saifullah Yusuf