RADAR BOGOR - Menurut kanal youtube Info Bansos, pemerintah akan segera menyalurkan bantuan tambahan berupa beras 10 kg dan minyak goreng kemasan.
Bantuan ini merupakan paket stimulus yang dirancang khusus untuk melengkapi bantuan masyarakat sebelum memasuki bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri 2026.
"Berikut adalah detail progresnya," ungkap kanal youtube Info Bansos.
Bantuan beras yang sudah di-stok di gudang Bulog setiap daerah untuk persiapan penyaluran sudah mencapai 90%.
PT Pos Indonesia dan desa akan mulai membagikan surat undangan pengambilan bantuan beras pada minggu kedua hingga ketiga bulan Februari.
Pemerintah kembali menyalurkan minyak goreng dan beras untuk memastikan kebutuhan pokok warga aman saat harga pasar mulai naik menjelang lebaran.
"Target penyaluran sebelum memasuki puasa Ramadan, seluruh KPM sudah menerima paket pangan ini agar beban ekonomi keluarga pra sejahtera benar-benar teringankan," tambah kanal Info Bansos.
Sementara itu, dalam konferensi pers Paket Stimulus Ekonomi I-2026, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, nilai bansos yang sudah disalurkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
Ia menjelaskan Kemensos menyalurkan bansos reguler berupa Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai (PKH BPNT) yang menyasar 18 juta KPM.
"Dengan anggaran sebesar Rp17,5 triliun," terang Saifullah Yusuf.
Pria yang kerap disapa Gus Ipul ini juga menyampaikan nilai bansos asistensi rehabilitasi sosial (atensi) yang mencapai Rp20 trilium.
Mensos menerangkan, bantuan telah dicairkan lebih dari Rp17 triliun. Sisa bantuan akan menyusul disalurkan pada Januari, Februari, dan Mareta.
Hingga kini, pemerintah telah menginstruksikan 514 kabupaten kota untuk segera menyalurkan saldo bansos BPNT tahap 1 2026 senilai 600.000 melalui semua bank penyalur.
KPM harus segera mengecek saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) secara berkala, namun tetap berhati-hati jangan sampai memberikan pin kartu kepada orang lain.
Editor : Siti Dewi Yanti