RADAR BOGOR – Pemerintah mengumumkan penyaluran bantuan sosial (bansos) tambahan berupa pangan yang dijadwalkan cair bertepatan dengan momen Ramadhan 2026.
Langkah ini diambil sebagai strategi memperkuat daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok menjelang hari raya.
Bagi Anda keluarga penerima manfaat (KPM), segera pastikan status kepesertaan dan pahami alur pemutakhiran data agar bantuan tepat sasaran serta tidak terputus di tengah jalan.
Bantuan Tambahan Beras 10 Kg dan Minyak Goreng 2 Liter
Mengutip dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel, pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian telah menyiapkan anggaran sebesar Rp11,92 triliun untuk menyalurkan bantuan pangan tambahan.
Berbeda dari bantuan reguler, pada periode Ramadhan 2026 ini setiap KPM yang memenuhi syarat akan menerima paket bantuan berupa:
• Beras kualitas premium seberat 10 kg.
• Minyak goreng kemasan sebanyak 2 liter.
Bantuan ini akan disalurkan selama dua bulan berturut-turut dengan target sebanyak 35,04 juta keluarga yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 4 dalam data kemiskinan.
Jadwal Penyaluran dan Target Penerima
Penyaluran direncanakan mulai dilakukan pada Februari 2026 atau bertepatan dengan bulan Ramadhan.
Fokus utama pemerintah adalah masyarakat yang berada di peringkat ekonomi desil 1 dan 2.
Namun, jika alokasi anggaran masih mencukupi, jangkauan penerima akan diperluas hingga masyarakat di kelompok desil 3 dan 4.
Selain bantuan pangan, bantuan reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT/Sembako) tetap berjalan untuk 18 juta KPM dengan total anggaran mencapai Rp17,5 triliun.
Masyarakat perlu memahami bahwa menjadi penerima bansos di triwulan pertama tidak menjamin otomatis menerima di triwulan kedua.
Hal ini dikarenakan data penerima manfaat bersifat dinamis berdasarkan pemutakhiran berkala oleh BPS.
Ada kalanya warga yang sebelumnya tidak pernah mendapat bantuan kini tercatat sebagai penerima setelah proses verifikasi rekening atau melalui penyaluran via PT Pos Indonesia.
Terkait hal tersebut, Menteri Sosial memberikan penekanan khusus dalam proses pemutakhiran data.
“Mari kita kawal bersama penyempurnaan DTSEN dan penyaluran bansos, sebab dengan data yang akurat tentu program dan bantuan pemerintah akan tepat sasaran,” ujar Mensos Saifullah Yusuf, seperti dilansir dari Instagram @kemensosri.
Untuk memastikan transparansi, pemerintah membuka akses seluas-luasnya bagi warga untuk ikut mengawasi data kemiskinan.
Jika Anda merasa berhak namun belum terdaftar, atau melihat ada bantuan yang tidak tepat sasaran, berikut langkah yang bisa dilakukan:
• Jalur formal: Melaporkan diri ke tingkat RT/RW atau kelurahan untuk diteruskan ke Dinas Sosial kabupaten/kota.
• Command Center: Menghubungi kontak resmi di nomor 171 yang beroperasi 24 jam.
• Aplikasi Cek Bansos: Menggunakan fitur Usul Sanggah di aplikasi resmi untuk mendaftarkan diri atau memberikan masukan terkait validitas data di lingkungan Anda.
Semua usulan masyarakat akan diverifikasi ulang oleh BPS untuk menentukan peringkat desil terbaru guna memastikan bantuan sosial tahun 2026 benar-benar jatuh ke tangan yang membutuhkan.***
Editor : Eli Kustiyawati