RADAR BOGOR - Pemerintah kembali menggulirkan program bantuan pangan serta bansos PKH ke KPM, dalam rangka memperkuat daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi nasional, khususnya menjelang dan selama bulan puasa.
Melalui kebijakan ini, jutaan KPM akan menerima bansos PKH, dan juga berupa beras dan minyak goreng yang disalurkan selama dua bulan.
Dilansir dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel, pemerintah mengumumkan bahwa bansos PKH dan pangan akan diberikan kepada sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang berasal dari kelompok masyarakat desil 1 hingga desil 4.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Kementerian Koordinator, pemerintah memutuskan bahwa fokus utama bantuan sosial akan diberikan kepada masyarakat pada desil 1 dan desil 2, yaitu kelompok termiskin.
Apabila alokasi anggaran masih mencukupi, cakupan bantuan akan diperluas hingga desil 3 dan 4.
Kebijakan ini diharapkan dapat memastikan bantuan benar-benar menyentuh kelompok yang paling membutuhkan.
Diharapkan Dorong Ekonomi dan Kesejahteraan
Melalui penyaluran bantuan pangan dan bansos secara masif ini, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, menekan beban pengeluaran rumah tangga, serta meningkatkan kesejahteraan menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri.
Program ini juga menjadi bagian dari strategi nasional untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi rumah tangga, yang selama ini menjadi salah satu pilar utama perekonomian Indonesia.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan partisipasi masyarakat, penyaluran bantuan sosial diharapkan dapat berjalan lancar, transparan, dan tepat sasaran.