RADAR BOGOR - Aktivitas Puasa Perjalanan mudik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tahun 2026 ini dijamin lebih aman dan hemat.
Hal ini dikarenakan adanya paket stimulus ekonomi yang diterbitkan pemerintah berupa bansos sembako berupa bantuan beras minyak goreng dan potongan harga tiket transportasi jelang lebaran 2026.
Melansir kanal youtube Info bansos, selain bansos reguler ada bantuan pangan ekstra untuk menjaga daya beli menjelang lebaran.
Pemerintah memberikan bansos yang termasuk dalam Paket Stimulus, yakni bantuan beras 10 kg dan 2 liter minyak goreng per bulan.
"Bantuan ini diberikan sekaligus untuk jatah 2 bulan," ucap kanal Info Bansos targetnya tidak main-main.
Sehingga, KPM akan menerima 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng setiap penyaluran.
Selain bantuan beras dan minyak goreng, pemerintah juga memberi potongan harga atau diskon agar perjalanan lebaran jadi lebih hemat untuk masyarakat.
Potongan harga pertama adalah kereta api yang akan didiskon hingga 30% per tanggal 14 sampai dengan 29 Maret tahun 2026.
Berikutnya, diskon kapal laut atau Pelni sebanyak 30% dan berlaku sejak tanggal 11 Maret sampai 5 April 2026 mendatang.
Berlaku juga diskon penyeberangan sebesar 100% yang berlaku dari tanggal 12 sampai tanggal 31 Maret mendatang.
Terakhir adalah diskon pesawat kelas ekonomi sekitar 17 sampai 18% yang berlaku mulai tanggal 14 hingga 29 Maret 2026 mendatang.
Bantuan stimulus berikutnya dari pemerintah yaitu work from anywhere atau WFA agar mudik lebih fleksibel dan kerjanya tetap berjalan.
Pemerintah akan mempermudah para pekerja bekerja di mana sana melalui peraturan yang berlaku mulai tanggal 16 - 17 dan 25 - 27 Maret 2026.
Tujuannya stimulus ini untuk mengurangi kepadatan perjalanan dan memudahkan perencanaan mudik serta aktivitas kerja yang tetap berjalan.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan, Kementerian Sosial (Kemensos) akan fokus menyalurkan bansos untuk masyarakat yang termasuk dalam desil 1 hingga 4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Bantuan tersebut bertujuan untuk memperkuat daya beli masyarakat pada Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2026.
Pernyataan tersebut diungkapkan saat Saifullah Yusuf menghadiri Konferensi Pers Stimulus Ekonomi HBKN (Hari Besar Keagaaman Nasional) Idul Fitri 2026 pada Selasa (10/2/2026).
“Fokus kita nanti adalah bantuan pada desil 1 dan 2," sebut pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.
Dengan paket stimulus ini diharapkan perjalanan masyarakat lebih terjangkau, aktivitas ekonomi meningkat, dan pariwisata bergerak.
Editor : Siti Dewi Yanti