RADAR BOGOR - Hari ini, 12 Februari 2026, kabar gembira terus mengalir bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos).
Dikutip dari Youtube Cek Bansos, Selain bantuan reguler seperti PKH dan BPNT, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kementerian Sosial mulai merealisasikan pencairan dana bantuan pendidikan (PIP) serta distribusi beras cadangan pangan yang sempat tertunda.
Laporan saldo masuk mulai terlihat di rekening Bank BRI dan BNI, sementara PT Pos Indonesia mulai menyebarkan surat undangan untuk pengambilan bantuan pangan dalam jumlah besar bagi kategori KPM tertentu.
1. Pencairan Program Indonesia Pintar (PIP) Melalui Bank BRI dan BNI
Bantuan Langsung Tunai (BLT) pendidikan yang bersumber dari Program Indonesia Pintar (PIP) mulai disalurkan secara serentak.
Berdasarkan instruksi presiden, dana ini harus sampai ke tangan penerima manfaat untuk mendukung kebutuhan sekolah di awal tahun.
Besaran saldo yang masuk bervariasi sesuai dengan jenjang pendidikan siswa:
Baca Juga: Siap-siap KPM, Bansos Pangan 20 Kg Beras dan Diskon Mudik 2026 Disalurkan Sebelum Lebaran, Simak Cara Daftarnya
• Tingkat SD: Sebesar Rp450.000 (khusus kelas 1 dan kelas 6 menyesuaikan semester).
• Tingkat SMP: Sebesar Rp750.000.
• Tingkat SMA/SMK: Sebesar Rp1.000.000.
Seorang wali murid di wilayah Jakarta Selatan mengungkapkan rasa syukurnya:
"Alhamdulillah hari ini cair setelah dapat informasi dari pihak sekolah di Pancoran, Jakarta Selatan. Dana Rp450.000 sudah masuk ke rekening untuk anak saya yang masih SD," ujarnya saat melakukan pengecekan saldo.
Baca Juga: Suasana Tenang Ala Jogja, Kedai Kopi Rumasa di Bogor Tawarkan Menu Cucurak Jelang Ramadhan
Bagi wali murid yang mendapati status dana sudah masuk di aplikasi atau mobile banking, disarankan segera meminta surat keterangan aktivasi atau pencairan dari sekolah sebagai syarat penarikan dana di bank penyalur.
2. Rezeki Rapel Beras: KPM Terima 40 Kg Sekaligus
Informasi yang tak kalah membahagiakan datang dari sektor bantuan pangan. Terdapat sejumlah KPM yang menerima kiriman beras dalam jumlah besar, mencapai 40 kg atau empat karung sekaligus.
Fenomena ini terjadi karena adanya mekanisme "rapel" atau penyaluran susulan bagi warga yang datanya baru terverifikasi, atau surat perintahnya (SP2D) baru diterbitkan untuk alokasi empat bulan sekaligus (September hingga Desember).
Baca Juga: Dongkrak Ekonomi Warga, Perumda Pasar Tohaga Buka Street Food di Pasar Cileungsi Bogor
Salah satu penerima manfaat menceritakan pengalamannya setelah sempat menunggu lama.
"Puji Tuhan, selama ini hanya bisa melihat tetangga dapat beras 10 kg, ternyata hari ini saya kaget dapat undangan dari PT Pos untuk ambil 40 kg langsung. Sepertinya ini rapel karena bulan-bulan sebelumnya saya belum pernah dapat," ungkap salah satu KPM dengan penuh syukur.
3. Panduan Penting bagi Penerima Manfaat
Untuk memastikan proses pencairan berjalan lancar, para KPM dihimbau memperhatikan langkah-langkah berikut:
• Pengecekan Rekening: Lakukan pengecekan secara berkala di ATM Bank BRI (untuk SD/SMP) dan Bank BNI (untuk SMA/SMK) untuk memastikan saldo PIP telah masuk.
• Surat Undangan PT Pos: Bagi penerima bantuan beras, pastikan Anda membawa KTP asli dan Surat Undangan resmi saat mendatangi kantor desa atau titik bagi yang telah ditentukan.
• Koordinasi Sekolah: Khusus penerima PIP, komunikasi dengan operator sekolah sangat penting untuk memastikan data siswa tetap sinkron dengan sistem Dapodik dan bank penyalur.
Pemerintah berkomitmen untuk menuntaskan penyaluran bantuan sosial tepat waktu di awal tahun 2026 ini.
Bagi keluarga yang memiliki komponen anak sekolah maupun yang terdaftar dalam penerima beras pangan, diharapkan segera memeriksa status kepesertaannya agar bantuan dapat segera dimanfaatkan.***
Editor : Asep Suhendar